Berita

Ketua Umum ProGib Nusantara Hafif Assaf (tengah) di Riase Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (9/2)/Ist

Politik

Gandeng Alumni Perguruan Tinggi, ProGib Nusantara Ingatkan Bahaya Politik Pecah Belah

SABTU, 10 FEBRUARI 2024 | 00:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Relawan ProGib Nusantara menyelenggarakan Diskusi Nasional 2024 yang bertemakan “Menjaga Demokrasi, Melanjutkan Indonesia Maju” di Riase Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (9/2).  

Acara ini diadakan ProGib Nusantara yang berkolaborasi dengan Koalisi Indonesia Muda, Koalisi Mahasiswa Indonesia serta dihadiri oleh ratusan aktivis, alumni perguruan tinggi dan mahasiswa se-Jabodetabek yang berlokasi.

Tidak hanya itu, acara Diskusi Nasional 2024 kali ini turut mengundang narasumber lintas sektor dan profesional di bidangnya seperti Ketua Umum ProGib Nusantara,  Hafif Assaf;  Koordinator Nasional Koalisi Mahasiswa Indonesia, Abraham;  mantan Ketum PMII DKI Jakarta, Rizky Abdurrahman Wahid; mantan Koordinator Pusat BEM/DEMA PTKIN Se-Indonesia,  Onky Fachrur Rozie; dan Presidium Nasional Koalisi Indonesia Muda, dan M.Iqbal yang juga selaku alumni FISIP UI dan Kornas Suara Pagi.


Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum ProGib Nusantara Hafif Assaf  turut menyampaikan bahwa dalam proses demokrasi boleh saja menyampaikan kritik, dan aspirasi oleh siapa saja, termasuk para akademisi serta mahasiswa.

“"Penyampaian pendapat ini ada baiknya dilakukan dengan koridor yang tepat dan argumen yang logis, serta dasar hukum yang jelas tanpa harus mendelegitimasi pemilu 2024, bahkan cenderung menyudutkan salah satu kontestan capres dan cawapres pada pemilihan yang akan dilakukan sebentar lagi ini,” ujar Hafif dalam keterangannya.

“Alih-alih memberikan masukan, malah sebenarnya pemberi kritik ini terindikasi partisan salah satu pendukung capres-cawapres tertentu, yang memiliki tujuan elektoral," tertentu.

Sementara Kornas Koalisi Mahasiswa Indonesia, Abraham turut menyampaikan bahwa demokrasi di Indonesia pada saat ini masih sedang baik-baik saja.

"Pertanyaannya, kenapa sekelompok orang yang mengaku kelompok Intelektual organik baru muncul akhir-akhir ini saja, khususnya menjelang masa pencoblosan di Pemilu 2024,” tegas Abraham.

“Seharusnya para intelektual organik tidak hanya sekedar mengkritik saja, melainkan menyiapkan solusi roadmap atau blueprint menuju bonus demografi 2030 dan Indonesia Emas 2045," tutur dia menambahkan.

Sedangkan mantan Ketua PC PMII DKI Jakarta, Rizky Abdurrahman Wahid menyampaikan bahwa kaum Intelektual (Guru Besar, Civitas Akademik, Alumni dan Mahasiswa) harus menjaga demokrasi, serta menolak segala bentuk polarisasi.

"Kita mengkhawatirkan perihal ini di tunggangi oleh kelompok tertentu dan partisan salah satu capres-cawapres, serta akan menyebabkan polarisasi dan kegaduhan di akar rumput, ini yang harus kita hindari," ucap Rizky.

Hal yang sama diungkapkan Koordinator Pusat BEM/DEMA PTKIN Se-Indonesia Onky Fachrur Rozie. Dia menyampaikan bahwa semua pihak termasuk anak muda sudah cerdas dalam mengawal proses demokrasi.

“Kita sepakat untuk tidak mendegradasi proses demokrasi yang sudah berjalan. Tapi kita fokus pada narasi besar Indonesia maju untuk percepatan, penyempurnaan, dan keberlanjutan," ujar Onky.

Senada dengan Onky, Ketua DPP Bidang Kelembagaan Relawan ProGib Nusantara, Rully Satria juga turut menyampaikan bahwa setiap Warga Negara Indonesia wajib menjaga kondusifitas iklim perpolitikan Indonesia.   

"Kita perlu menjaga kondusifitas dengan riang gembira, penuh gagasan dan tidak perlu menyudutkan lawan politik dengan berbagai macam propaganda yang saling menjatuhkan," beber Rully.

Tidak hanya itu, Ketua DPP Bidang Humas Relawan ProGib Nusantara, Imam Pesuwaryantoro turut menyampaikan bahwa para Guru Besar dan akademisi Intelektual Indonesia sebaiknya ikut mengedukasi para pemilih pemula generasi millenial dan gen z dengan gagasan dan substansi.

“Kemudian mereka (akademisi) harus mengurangi tensi politik pecah belah melalui petisi tak mendasar," imbuh Imam.

Acara Diskusi Nasional 2024 dengan topik Menjaga Demokrasi, Melanjutkan Indonesia Maju ditutup oleh Ketua Umum Relawan ProGib Nusantara, Hafif Assaf dengan kalimat positif.

"Marilah kita saling merangkul, bukan saling memukul bagi sesama anak bangsa, mari kita lanjutkan sesuatu yang baik bagi Indonesia Maju ini dengan melakukan inovasi dan keberlanjutan demi terciptanya SDM Indonesia Emas 2045 mendatang," tandas Hafif.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya