Berita

Mantan Ketua Komnas HAM, Hafidz Abbas/RMOL

Politik

Hafidz Abbas Sayangkan Ada Kampus Ngomong Tidak Berbasis Data

JUMAT, 09 FEBRUARI 2024 | 22:03 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ratusan kampus sudah menyatakan sikap soal kondisi bangsa Indonesia saat ini, namun sangat disayangkan adanya pihak-pihak kampus yang menyatakan tidak berbasis dengan data.

Hal itu disampaikan mantan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Hafidz Abbas dalam acara konferensi pers Gerakan Penyelamatan Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat bersama puluhan tokoh lainnya yang hadir di NAM Center Hotel, Jalan Angkasa nomor 6, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat sore (9/2).

Hafidz mengatakan, dirinya terkejut ketika sudah ada ratusan kampus yang menyatakan sikap soal kondisi bangsa saat ini. Mengingat katanya, terakhir yang ia ketahui baru ada sekitar 50-an kampus yang menyatakan sikap.


"Ternyata mungkin besok bisa sampai seribu kampus, atau mungkin seluruh kampus," kata Hafidz.

Namun demikian kata Hafidz, dirinya melihat dari beberapa kampus yang melakukan gerakan juga menyampaikan pernyataan tidak berbasis dengan data.

"Tapi kampus juga terlihat ada tekanan-tekanan yang menyampaikan ada noise dan ada voice, ada yang kampus yang ngomongnya tidak berbasis data, tapi ada yang bisa masuk di akal. Jadi ada macam-macam," terang Hafidz.

Untuk itu, Hafidz mengaku terus melihat proses dinamika di kampus. Karena menurutnya, amat mengkhawatirkan melihat realitas yang ada di depan mata.

"Mudah-mudahan Indonesia selamat dari bencana yang di depan mata, ancaman yang ada di depan mata. Supaya Indonesia ini masih bisa disaksikan oleh anak cucu kita di masa yang akan datang," pungkas Hafidz.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, dalam acara ini dihadiri sekitar 20 orang tokoh. Di antaranya, Adhie Massardi, aktivis Syahganda Nainggolan, aktivis Edi Mulyadi, Mayjend (Purn) Soenarko, Bachtiar Chamsyah, Ahmad Syarbini, Ahmad Yani, Hendry Harmen, Anton Permana, dan lainnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya