Berita

Aktivis prodemokrasi, Adhie M Massardi (kanan), di Kopi Timur/RMOL

Politik

Anies Diyakini Menang Hattrick Lawan Jokowi

JUMAT, 09 FEBRUARI 2024 | 08:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pada Pilpres 2024 ini Calon Presiden Nomor Urut 1, Anies Baswedan, diyakini mampu menang hattrick atau menang tiga kali berturut-turut melawan Joko Widodo.

Keyakinan itu disampaikan aktivis prodemokrasi, Adhie M Massardi, yang juga mantan Jurubicara Presiden Gus Dur, pada diskusi peluncuran buku "Anies Baswedan: Its Now or Never" karya Yayat R Cipasang, di Graha Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Kopi Timur, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (7/2).

"Anies itu sudah dua kali menang lawan Jokowi," kata Adhie, dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (9/2).


Yang pertama, kata dia, mengalahkan Jokowi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Waktu itu calon yang didukung Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Yang kedua, dia mampu lolos Pemilu, padahal dicegat rezim," tandas Adhie.

Untuk menghindari Anies muncul sebagai capres, sambung dia, gubernurnya harus dicegat. "Itu sebabnya Pilkada ditunda 2 tahun. Secara politis itu hanya untuk mencegah Anies, agar kalau tidak jadi gubernur, pasti bukan apa-apa, ternyata Tuhan bicara lain, bukan jadi gubernur, dia malah makin mencolok," paparnya.

Sehingga, sambung dia lagi, pada Pilpres 2024 ini Anies diyakini mampu hattrick atau tiga kali berturut-turut mengalahkan kandidat yang didukung Jokowi, yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

"Nah sekarang ini tinggal (menunggu) hattrick," pungkas Adhie.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Kekuasaan Otoriter Hanya Melahirkan Kekacauan dan Masa Depan Gelap

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:10

Mafia BBM Pantura Harus Disikat Habis Demi Selamatkan Hak Nelayan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:05

Kementan Jangan Sampai Kecolongan El Nino Gagalkan Target Swasembada Pangan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:02

Kepala Daerah Tergoda Korupsi Demi Balik Modal Ongkos Pilkada Selangit

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

Budaya Olah dan Pilah Sampah Harus Dimulai sejak Usia Dini

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

MUI Ungkap Jejak Seabad Solidaritas Bangsa Indonesia untuk Palestina

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:45

Indonesia Tangkap dan Deportasi Aktivis Palestina ke Siprus

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:01

AS Serang Iran usai Dua Tentaranya Tewas di Yordania

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:40

Israel Larang Azan Subuh di Masjid Bethlehem Tepi Barat

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:47

Serangan Iran Rusak Fasilitas Migas Kuwait, Bandara Sempat Ditutup

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:13

Selengkapnya