Berita

APK para Caleg yang dipaku di pepohonan sepanjang Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi/RMOLJabar

Nusantara

DLH Kota Cimahi Menangis Banyak APK Dipaku di Pohon

JUMAT, 09 FEBRUARI 2024 | 04:01 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi sedih dan kecewa atas maraknya alat peraga kampanye (APK) para peserta Pemilu 2024 yang dipaku di pepohonan. Sebab, itu bisa mengakibatkan pohon-pohon tersebut tidak dapat tumbuh berkembang. Bahkan bisa mati dan tumbang.

Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini menyampaikan, belum lama ini dirinya berkunjung ke Temanggung, Jawa Tengah, di mana peserta pemilu sangat taat terhadap aturan dengan tidak memasang APK di pohon dengan cara diikat pakai kawat, apalagi dipaku ke pepohonan.

"Mereka nempel di pohon dengan hanya menyandarkan APK-nya, enggak ada yang diikat pake kawat apalagi pake paku. Kalau di sini susah diatur. Makanya saya juga menangis melihat kondisi seperti itu di Kota Cimahi," ungkap Chanifah saat dihubungi Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (8/2).


Diutarakan Chanifah, maraknya APK yang dipaku dan diikat kawat ke pohon banyak terjadi di kawasan Kecamatan Cimahi Utara, beberapa di Cimahi Tengah, serta Cimahi Selatan.

"Ini menjadi keprihatinan kita, tapi kita tidak bisa berdiri sendiri bergerak karena nanti mereka (peserta pemilu) komplain dan sebagainya, jadi kita bergerak bersama Satpol PP dan Bawaslu," ucapnya.

Sedari awal, dia menuturkan, pihaknya bersama Satpol PP dan Bawaslu Kota Cimahi sudah bergerak menurunkan APK yang merusak pohon. Namun, tetap saja ada yang bandel tetap memasang APK di pohon.

"Tapi ini namanya bandel, itu yang bikin saya sedih. Padahal sudah ada tindakan dari kita untuk menegur, tapi kan yang dikendalikan 45 kali 18 partai. Itu yang DPRD Kota, belum yang provinsi, belum yang DPR RI, belum yang presiden, di sini bandel juga," paparnya.

Diakui Chanifah, pihaknya enggan ada friksi. Maka dari itu, harus ada tindakan komprehensif bersama secara terintegrasi antara DLH, Satpol PP, dan Bawaslu Kota Cimahi.

"Upaya preventif kita sudah lakukan sedari awal, kita sudah bersurat ke semua partai tapi tetap saja (membandel). Mungkin bahasa halusnya kurang taat, tidak mengindahkan surat dari kami," ujarnya.

Berdasarkan Perda Nomor 5/2017 tentang Ketertiban Umum Pasal 24 Ayat b, melarang pemasangan APK di badan pohon. Selain itu, PKPU nomor 15/2023 tentang Kampanye Pemilihan Umum Pasal 36 tercantum juga larangan pemasangan (APK) dengan cara memaku APK di badan pohon.

Pada Perda nomor 13/2014 tentang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) pasal 49 ayat b juga mengatur hal tersebut.

Dampak dari pemasangan APK di pepohonan dengan cara dipaku maupun dililit menggunakan kawat, dia menjelaskan, dapat membuat pohon tersebut menjadi luka, terinfeksi berbagai macam penyakit, sehingga mengganggu tumbuh kembang pohon.

"Jadi untuk kesehatan pohon itu memengaruhi. Bisa ada yang tumbang, mati, tapi yang jelas pertumbuhannya tidak akan optimal," tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya