Berita

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Polstat: Publik Ingin Pilpres Satu Putaran, Prabowo-Gibran Pemenang

KAMIS, 08 FEBRUARI 2024 | 23:13 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menjelang hari pencoblosan Pemilu 2024, mayoritas publik menginginkan Pemilihan Presiden (Pilpres) dapat selesai dalam satu putaran.

Hal tersebut terekam dalam survei terbaru Lembaga Political Statistics (Polstat) Indonesia. Survei ini digelar pada 4-7 Februari 2024 dengan melibatkan 1.200 responden

"Ternyata mayoritas responden (69,6 persen) lebih setuju jika Pilpres 2024 berlangsung satu putaran saja," ujar Direktur Riset Polstat Apna Permana dalam konferensi pers, Kamis (8/2).


Dipaparkan Apna, hanya 19,2 persen responden yang berharap pilpres dapat berlangsung dua putaran. Sementara sebanyak 11,2 persen mengaku tidak tahu alias tidak memberikan jawaban.

Jika Pilpres 2024 digelar hari ini, lanjutnya, Paslon Nomor 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bakal unggul satu putaran lawan Paslon 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Paslon 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

"Seandainya Pilpres dilaksanakan saat ini sebanyak 52,8 persen responden mengaku akan memilih pasangan Prabowo-Gibran," tuturnya.

"Kemudian pasangan Anies-Cak Imin dipilih oleh 26,5 persen responden dan Ganjar-Mahfud didukung oleh 18,2 persen responden, sementara 2,5% responden belum bisa memutuskan pilihan," pungkasnya.

Survei dilakukan melalui teknik pencuplikan secara acak sistematis dengan margin of error ± 2,83 persen.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

UPDATE

Anomali Hukum Acara Pidana dalam Kasus Mantan Jampidsus

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:14

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Alat Negara

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:04

Gejolak Iran-AS Perpanjang Krisis Energi Global, Indonesia harus Belajar dari India

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:41

Hotman Paris Harus Percaya Diri, Tak Perlu Bawa Presiden di Kasus Febri Ardiansyah

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:17

Jerat Kemiskinan

Minggu, 19 Juli 2026 | 20:37

Polda Jateng Diminta Profesional Tuntaskan Sengkarut Proyek SMKN 1 Lumbir

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:57

Polisi Gelar Patroli Nobar Final Argentina vs Spanyol

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:22

KPK Usul Negara Biayai Alat Kampanye Pemilu

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:35

Wamenaker Ingin Sinergi SP Pegadaian dan Manajemen jadi Role Model BUMN Lain

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:05

Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Intervensi Penegakan Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:53

Selengkapnya