Berita

Forum Pimpinan Perguruan Tinggi di Tasikmalaya saat deklarasi pemilu damai/RMOLJabar

Politik

Forum Pimpinan Perguruan Tinggi di Tasikmalaya Serukan Pemilu Aman dan Damai

KAMIS, 08 FEBRUARI 2024 | 06:16 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Tasikmalaya menyerukan pemilu aman dan damai. Dalam pernyataan sikapnya, Rabu (7/2),  sejumlah perguruan tinggi baik negeri maupun swasta menolak segala bentuk upaya provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan serta tindakan yang mencederai pesta demokrasi di Indonesia.

Deklarasi Pemilu 2024 aman dan damai tersebut dihadiri sejumlah perwakilan perguruan tinggi seperti STHG, Uncip, Unper, Universitas BTH, INU, Umtas, STIE Latifah, STIA YPPT, dan STIE Suryalaya Tasikmalaya.

Deklarasi yang digelar di Hotel Santika tersebut berisi 5 poin. Yaitu mengajak segenap komponen bangsa untuk menyukseskan Pemilu 2024 yang aman dan damai. Kemudian, menolak segala bentuk upaya provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan serta tindakan yang mencederai pesta demokrasi.


Lalu, bersama-sama menangkal berita hoax dan ujaran kebencian yang dapat mengganggu jalannya Pemilu 2024. Selanjutnya, warga negara yang mempunyai hak pilih agar menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani, dan tidak golput. Dan harus menghargai perbedaan pilihan setiap orang.

Terakhir, kampus bukan tempat memecah belah. Sebaliknya, kampus menjaga kondusivitas dan turut memberikan edukasi kepada komponen bangsa demi terciptanya pemilu yang jujur, adil, aman, dan damai.

Direktur Pascasarjana STHG Kota Tasikmalaya, Nana Sugiana mengatakan, jajaran rektor di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya sepakat mendorong Pemilu 2024 berjalan aman dan damai.

"Kita sebagai kekuatan moral untuk memberikan suatu gambaran kepada masyarakat jangan sampai dengan adanya pemilu ini persatuan dan kesatuan terganggu dan terpecah belah," kata Nana Sugiana, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (7/2).

Nana juga menegaskan, kampus bukanlah tempat pemecah belah bangsa.

"Jadi kita ini berangkat dari kekhawatiran terhadap situasi saat ini. Ada kekhawatiran kondisi di mana suatu gesekan bisa terjadi di masyarakat," ucap dia.

Lebih lanjut Nana menuturkan, hal tersebut memang suatu konsekuensi sebagai negara demokrasi, bahwa yang namanya pemilu sebagai amanat konstitusi harus dilaksanakan dalam waktu 5 tahun sekali.

"Ini merupakan kewajiban konstitusional, maka sudah barang tentu jangan sampai amanat itu berdampak pada persatuan kita," tutup Nana.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya