Berita

Pengamat politik, Hendri Satrio (kedua dari kiri) dalam acara peluncuran buku "Anies Baswedan: Its Now or Never" di Graha Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Kopi Timur, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (7/2)/RMOL

Politik

2 Kartu Truf yang Bisa Bawa Anies Menang 1 Putaran

KAMIS, 08 FEBRUARI 2024 | 00:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pasangan Capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, diyakini bisa masuk ke putaran kedua Pilpres 2024 kalau memanfaatkan kartu truf yang selama ini masih disimpan.

Hal itu disampaikan langsung pengamat politik, Hendri Satrio alias Hensat, saat peluncuran buku "Anies Baswedan: Its Now or Never" yang ditulis oleh wartawan senior dan penulis buku Yayat R Cipasang di Graha Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Kopi Timur, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (7/2).

"Apakah masih mungkin Anies Baswedan menang satu putaran? Kalau secara kasat mata hari ini, mestinya dua putaran. Sehingga, satu putaran itu minimal Anies Baswedan bisa lolos masuk ke putaran kedua. Tapi apakah itu masih mungkin?" kata Hensat seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (7/2).


Menurut Hensat, ada beberapa kartu truf yang hingga saat ini belum dipakai oleh Anies. Salah satunya adalah umat. Anies dinilai belum menggunakan kartu truf umat karena masih takut dituduh melakukan politik identitas.

"Dan kalau kemudian umat ini memang muncul, ya itu memang karena keumatan. Dan bisa saja menang satu putaran. Nah masalahnya, Anies mau enggak mimpin gerbong umat ini? Nah, itu pertanyaannya cuma bisa dijawab oleh Mas Anies Baswedan. Karena Mas Anies tampaknya masih nyaman bila dia dilabeli dengan tokoh nasionalis ketimbang yang dekat dengan Islam," terang Hensat.

Hensat meyakini, jika Anies mau memimpin gerbong umat, maka sangat mungkin menang satu putaran.

Kartu truf kedua, lanjut Hensat, Anies belum maksimal mendatangi rakyat seperti yang sudah dilakukan Presiden Joko Widodo, yakni melakukan blusukan ke rumah-rumah warga.

"Jokowi, walaupun cuma 3-4 rumah saja mendatangi rakyat, dan itu diviralkan blusukan itu tadi. Nah Mas Anies sampai hari ini menurut saya masih dominan, dia datang juga ke rakyat, cuma tidak terlalu dominan dibandingkan dia minta rakyat untuk hadir ke sebuah acara yang ada dirinya, misalnya Desak Anies, atau nanti di kampanye terakhir di JIS. Itu kan sebetulnya rakyat yang datang ke dia tuh," jelas Hensat.

Jika Anies dapat memaksimalkan datang ke rakyat di sisa waktu masa kampanye ini, kata Hensat, maka bisa jadi sejarah akan berubah.

"Nah, dari dua hal ini saja sebetulnya kalau dia maksimalkan, momentum politik tuh bisa berpihak pada dia. Modal sosial ini menurut saya yang baru dimanfaatkan Mas Anies baru sebagian tadi, karena terkait dengan gerbong yang namanya umat tadi," tutur Hensat.

Lebih lanjut, Hensat menyebut bahwa gerbong umat saat ini perlahan-lahan masuk ke dalam gerbong PKB, yakni ke gerbong Muhaimin Iskandar.

"Saya melihatnya dia (Anies) masih deg-degan dengan stigma politik identitas. Walaupun menurut saya dia sudah membuktikan kok waktu di Jakarta, dia jauh dari stigma itu. Tapi dia tampaknya masih deg-degan juga sampai hari ini," sebut Hensat.

Akan tetapi, Hensat meyakini Anies memahami kapan waktunya untuk memimpin gerbong umat tersebut.

"Jadi walaupun pada saat ini kita bicara H-7 dan menuju hanya empat hari menjelang final kampanye, menurut saya Anies Baswedan memahami kapan momentumnya dia harus lead si gerbong ini," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya