Berita

Ilustrasi Pemilu/Ist

Politik

Waspada WNA Ikut Nyoblos di TPS!

RABU, 07 FEBRUARI 2024 | 10:37 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kantor Imigrasi Non TPI Kabupaten Karawang bersama Tim Pengawasan Orang Asing atau Tim PORA melakukan pengawasan terhadap orang asing saat pencoblosan Pemilu 2024.

"Secara aturan, kami tegas, bahwa Warga Negara Asing (WNA) tidak memiliki hak suara walaupun saat ini mereka memiliki hak untuk punya kartu identitas," kata  Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Jawa Barat, Andika Dwi Prasetya dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (7/2).

"Karenanya juga, hal ini jadi perhatian bersama kita semua ya. Dan terkait aturan maupun ketentuannya, nanti tentunya biar disampaikan langsung dari pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karawang saja yang menjelaskannya," sambungnya.


Andika mengajak semua pihak ikut mengawasi agar tak ada WNA yang ikut mencoblos di Pemilu 2024.

"Jangan sampai nanti di pelaksanaan Pemilu 2024 itu ada contoh WNA yang datang ke TPS dan kemudian nyoblos, nah itu jelas kesalahan," bkata Andika.

Diketahui, Tim PORA ini terdiri dari sejumlah unsur lembaga vertikal yang diantaranya itu Imigrasi, TNI-Polri, Kejaksaan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karawang, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang, serta beberapa instansi terkait lainnya.

Selain itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Karawang, Ade Permana menjelaskan bahwa meski mempunyai e-KTP, namun tentunya seorang WNA tidak bisa menggunakan kartu identitasnya itu untuk mencoblos di Pemilu 2024.

Sebab, menurutnya, syarat untuk mencoblos adalah orang yang berstatus sebagai WNI. Sementara status di dalam e-KTP, statusnya jelas tercantum sebagai WNA.

"Maka dengan adanya Tim PORA ini, tentunya dapat turut serta dalam membantu tugas kami dalam mengawasi proses berlangsung pesta demokrasi. Terkait hal ini, kami juga sudah meneruskannya kepada petugas-petugas pengawas TPS untuk mencegah adanya WNA yang datang ke TPS buat nyoblos," kata Ade.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya