Berita

Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid/RMOLJatim

Politik

Jika Menangkan Suara di Jatim, Yenny Wahid Yakin Ganjar-Mahfud Menang Satu Putaran

RABU, 07 FEBRUARI 2024 | 00:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Keyakinan besar dirasakan Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Zannuba Ariffah Chafsoh atau biasa disapa Yenny Wahid dalam Pilpres 2024. Bahwa pasangan Capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, akan memenangkan Pilpres 2024 dalam satu putaran.

Hal itu akan diupayakan salah satunya dengan memenangkan suara di Jawa Timur, yang merupakan basis suara nasionalis dan suara basis Islam.

"Tentu kalau untuk memenangkan Jawa Timur, gabungan besar suara nasionalis dan suara religius. Nah jadi karena saya khusus menggarap suara religius maka memang kita fokus konsolidasi untuk etape terakhir ini, geraknya harus lebih cepat lagi," ucap Yenny dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/2).


Yenny mengaku telah menggerakkan para penggerak desa di seluruh Jawa Timur. Dimulai dari Malang, lanjut ke Pasuruan, Situbondo, dan daerah lainnya di Jatim.

"Jadi, terus bergerak untuk memastikan bahwa tujuh hari ini betul-betul kita isi dengan penambahan suara yang lebih besar lagi," jelasnya.

Berdasarkan survei internal, lanjut Yenny, elektabilitas Ganjar-Mahfud cenderung naik. Hal itu merupakan buah dari pergerakan dan perjuangan serta kerja keras tim selama ini.

Kenaikan survei itu sejalan dengan massa yang memenuhi acara kampanye, sehingga sinkron antara data dan fakta di lapangan.

Sementara, Direktur Wahid Foundation ini menyebut ada hasil survei yang angkanya tinggi, tetapi hasil di lapangan berbeda.

"Nah kalau pasangan Ganjar-Mahfud ini jelas. Jadi antara data dan lapangan itu sinkron ada kenaikan. Jadi, ini tren yang sangat baik dan kita berharap bahwa kenaikan suara signifikan sehingga target (menang) satu putaran untuk Ganjar-Mahfud bisa tercapai. Kalau tidak tercapai Insya Allah masuk putaran kedua," pungkas Yenny.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya