Berita

Dewan Pengarah TKN Prabowo Gibran Hasjim Djojohadikusumo serap aspirasi dokter muda/RMOL

Politik

Hashim Ceritakan Soal Program Revolusi Putih Prabowo Cegah Anak Kekurangan Gizi

SELASA, 06 FEBRUARI 2024 | 22:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keprihatinan Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto tentang gizi buruk anak-anak Indonesia mendorongnya membuat program revolusi putih pada tahun 2006 silam.

Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran Hashim Djojohadikusumo menceritakan Prabowo miris dengan kondisi anak-anak bangsa yang mengalami gizi buruk. Tercatat 30 persen anak Indonesia mengalami stunting di tahun 2006.

"Nah, dari situ Pak Prabowo mulai suatu program yang namanya revolusi putih. Itu warna susu, warna putih. Idennya bukan susu saja, ada telor, ikan dan kacang ijo," kata Hashim ketika menyapa dokter muda di markas TKN Fanta HQ, Jalan Surabaya, Jakarta Pusat, Selasa malam (6/2).


Adik kandung Prabowo Subianto ini mengatakan anak-anak kekurangan gizi berhasil ditekan, saat ini sebanyak 24 persen anak Indonesia terkena stunting. Namun, angka tersebut di mata Prabowo masih tinggi sehingga dia meneruskan program revolusi putih itu pada Pilpres 2024 ini.

"20 persen anak stunting itu masih terlalu besar. Menurut statistik, 40 persen anak sekolah tiap hari belajar dengan perut kosong, tidak sarapan pagi. Dari 48juta anak, 44 juta anak di sekolah itu belajar dengan kondisi lapar," katanya.

"35 persen anak Indonesia kena anemia. Ini data pemerintah. Kurang vitamin, kurang gizi, gimana anak-anak bisa belajar kalau kurang gizi," imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjut Hashim, Prabowo memiliki program prioritas yakni makan gratis untuk anak sekolah untuk memberikan asupan gizi yang cukup dan bermutu.

"Satu-satunya paslon yang ada jawaban dan solusi adalah Prabowo-Gibran. Ini adalah program yang sudah lahir 18 tahun yang sudah dipikirkan Pak Prabowo," demikian Hashim.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya