Berita

Kepala Perwakilan Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa /FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Rajendra Aryal (kiri) saat menjadi panelis dalam Indonesia Marine and Fisheries Business Forum (IMFBF) 2024 yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Senin (5/2)/Ist

Dunia

Badan Pangan Dunia Apresiasi Program Kelautan dan Perikanan Indonesia

SELASA, 06 FEBRUARI 2024 | 15:23 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Penerapan program ekonomi biru dalam pengelolaan sektor kelautan dan perikanan Indonesia dinilai sudah tepat untuk kepentingan ekologi, ketahanan pangan, serta pertumbuhan ekonomi negara di masa depan.

Kepala Perwakilan Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa /FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Rajendra Aryal menyebut, program ekonomi biru dapat menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan yang maju di masa depan.

Meski pelaksanaannya akan menghadapi banyak tantangan lantaran konsep ini masih tergolong baru di masyarakat. Kendati demikian, FAO diakuinya siap mendukung Indonesia di antaranya melalui program yang sudah berjalan yakni Indonesia Seas Large Marine Ecosystem (ISLME) dan IFish.


"Ada beberapa kolaborasi yang telah dilakukan dengan Indonesia di bidang perikanan tangkap dan budidaya darat. Beberapa good practice pun telah dilakukan dengan baik," ujar Rajendra saat menjadi panelis dalam Indonesia Marine and Fisheries Business Forum (IMFBF) 2024 yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Senin (5/2).

Program ekonomi biru sektor kelautan dan perikanan Indonesia tertuang dalam lima agenda besar. Program ini untuk memastikan pemanfaatan sumber daya perikanan dilakukan secara bertanggung jawab sehingga keberlanjutan ekosistem di dalamnya tetap terjaga.

Lima program ekonomi biru yang digagas KKP mencakup perluasan kawasan konservasi laut, penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur, pembangunan budidaya perikanan di darat, pesisir, dan laut secara berkelanjutan, pengendalian dan pengawasan pemanfaatan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta penanganan sampah plastik di laut.  

Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha ID Food Dirgayuza Setiawan yang juga menjadi panelis IMFBF 2024, mengatakan pentingnya peran tata kelola kelautan dan perikanan berkelanjutan dalam pembangunan hilirisasi sektor tersebut.   

Hilirisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan dan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan.

Pihaknya saat ini tengah mendorong hilirisasi dan digitalisasi pemasaran produk kelautan dan perikanan. Langkah KKP menetapkan lima komoditas utama produk kelautan dan perikanan (udang, lobster, kepiting, rumput laut, dan tilapia), diakuinya juga menjadi kunci keberhasilan hilirisasi.

"Dalam upaya hilirisasi perlunya fokus pada pengembangan komoditas unggulan, dan itulah dilakukan baik di KKP maupun di ID Food. Jika di KKP dengan lima komoditas, di ID Food untuk delapan komoditas perikanan," ujar Dirgayuza.

Potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar disertai kepastian tata kelola yang berkelanjutan, juga dinilai menjadi daya tarik terdiri bagi investor untuk berinvestasi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya