Berita

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memberikan arahan di Hotel Griya Persada, Kab. Semarang, Senin (5/2)/Istimewa

Presisi

Kapolda Jateng Minta Penertiban APK Tidak Gunakan TNI/Polri

SELASA, 06 FEBRUARI 2024 | 05:32 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi, mengingatkan kepada jajarannya agar saat penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) jangan menggunakan unsur TNI/Polri.

"Gandeng Satpol PP maupun Bawaslu biar tidak salah persepsi sehingga menimbulkan Konflik," ucap Irjen Ahmad Luthfi di Hotel Griya Persada, Kab. Semarang, Senin (5/2). Peringatan ini semata-mata menjaga netralitas TNI/Polri.

Ia menyebutkan, terhitung 10 Februari 2024, kampanye terbuka sudah selesai dilanjutkan dengan masa tenang, di mana dilakukan penertiban APK.


Ia menuturkan, pemilu adalah sarana konflik yang sah dan legal untuk mempertahankan atau merebut kekuasaan.

"Namun dalam prosesnya dapat mengganggu stabilitas Kamtibmas bila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu satgas-satgas yang telah dibentuk agar dioptimalkan," paparnya, dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Senin (5/2).

Hal ini disampaikan Kapolda dalam rangka Cek, Ricek, Cross Check, dan Final Check Pengamanan Pemilu 2024 yang dihadiri PJU Polda Jateng, Kapolres jajaran Polda Jateng bersama kabag Ops dan kasat Intelkam, Pangdam IV Diponegoro beserta jajaran Kodim, KPU Jateng, Bawaslu Jateng, dan Kasat Pol PP Jateng.

Di hadapan peserta Rakor, Kapolda menegaskan bahwa jauh hari Polda Jateng telah melakukan persiapan guna mensukseskan gelaran Pemilu 2024. Seluruh pihak terlibat, termasuk elemen Penyelenggara Pemilu baik di tingkat pusat sampai tingkat TPS mereview kembali proses eksistensi pola pengamanan.

"Tujuannya agar paham tugas dan tanggung jawab masing-masing," jelasnya.

Polda Jateng sendiri telah menyiapkan 22 ribu anggota TNI/Polri yang akan melakukan pengamanan pemungutan suara 117.299 TPS. Di mana jumlah itu sudah dikategorikan sesuai kerawanan, yaitu 9 TPS Sangat Rawan, 549 TPS Rawan, dan 116.741 TPS Kurang Rawan.

"Klasifikasi TPS ini sudah kita detailkan misalnya di TPS Rawan pernah terjadi konflik di mana TPS tersebut dijaga oleh dua Anggota," tandas Kapolda.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya