Berita

Konferensi pers Raffi Ahmad didampingi pengacara Hotman Paris Hutapea di Heyoo Cafe, Jalan Kapten Tendean No 41, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan/RMOL

Hukum

Buntut Rumor TPPU, Banyak Klien RANS Terganggu dan Takut

SENIN, 05 FEBRUARI 2024 | 12:08 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Banyak klien iklan dan klien perusahaan RANS merasa terganggu dengan pemberitaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Hal inilah yang menjadi alasan artis Raffi Ahmad memberikan klarifikasi hari ini.

Hal itu disampaikan langsung Raffi saat menggelar konferensi pers didampingi pengacara Hotman Paris Hutapea di Heyoo Cafe di Jalan Kapten Tendean no 41, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin siang (5/2).

"Apalagi kemarin permasalahannya ini banyak banget klien-klien iklan, klien-klien semua perusahaan RANS ini yang jadi merasa terganggu, akhirnya saya klarifikasi. Banyak klien-klien saya, klien-klien iklan, klien-klien perusahaan saya, kolega-kolega yang lain kan mempertanyakan, jadi takut kan, mereka jadi takut kerjasama sama saya gara-gara diberitakan begini pakai jasa saya," kata Raffi kepada wartawan.


Bahkan, Raffi mengaku, sebelumnya dia belum pernah mengadakan konferensi pers ketika adanya tuduhan-tuduhan. Namun, karena tuduhan kali ini dari Nasional Corruption Watch (NCW) sudah menyangkut kredibilitas dirinya dan perusahaan RANS, maka dia merasa perlu untuk menggelar konferensi pers.

"Saya nggak pernah klarifikasi, tapi ini masalahnya menyangkut ke kredibilitas, dibilang pakai ada pencucian uang, uang negara lah, disangkutpautkan dengan nama baiknya anak presiden lah, ada dibilang saya buka tempat judi, kasino, judi online, terkait sama Rafael Alun, kayanya tambah lama ini harus saya klarifikasi, karena ini menyangkut kredibilitas saya," kata Raffi.

Terkait harta kekayaannya, Raffi mengaku sudah bekerja sejak umur 13 tahun hingga saat ini berusia 37 tahun.

"Jadi hampir 25 tahun aku kerja, dan alhamdulillah ya meskipun karir saya seperti anak tangga, ya tapi sampai detik ini saya dipercaya di stasiun televisi, dan berbagai macam brand, dan saya menabung," jelas Raffi.

Ditambah lagi, kata Raffi, dirinya sudah membangun perusahaan RANS sejak 6 tahun lalu. Dan pada 2 tahun lalu, RANS valuasinya tembus Rp2,7 triliun.

"Apalagi RANS sendiri, kita sudah mau IPO. Mohon doanya, dua atau tiga tahun lagi lah Insya Allah kita IPO, go public, di mana memang uangnya, struktur semuanya sudah dibersihkan dan dibereskan, dirapikan. Silakan saja kalau mau dicek. Apapun itu silakan. Kita memang sudah mau jadi perusahaan yang terbuka, semuanya pun harus terbuka," kata Raffi.

Untuk itu, Raffi berharap, sebagai anak muda, ia masih ingin meneruskan dan memperjuangkan perusahaannya untuk menjadi lebih baik, dia berharap tidak ada lagi berita-berita yang tidak benar.

"Ya janganlah diberitakan yang merugikan, apalagi yang menyesatkan seperti ini. Saya tidak mau menduga siapa-siapa, saya pun tidak mau menyerang, tidak mau juga melaporkan hal-hal yang seperti itu, tidak. Saya cuma ingin mengklarifikasi saja bahwa itu tidak benar," pungkas Raffi.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya