Berita

Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA)/Ist

Politik

Forum Rektor PTMA Ikut Bergerak Kawal Pemilu dari Kecurangan

JUMAT, 02 FEBRUARI 2024 | 21:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tanggal 14 Februari 2024 merupakan momentum kontrak politik antara rakyat dengan calon pemimpin atau elite politik baru melalui pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Atas dasar itu, Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) mengeluarkan beberapa sikap politik dalam mengawal pilpres 2024.

Pertama, Forum Rektor PTMA dengan melibatkan civitas akademika seluruh kampus akan melakukan pengawalan, sekaligus pengawasan terhadap jalannya proses masa kampanye pemilu hingga penghitungan dan penetapan suara di KPU.


"Pengawalan tersebut dilakukan demi memastikan pemilu terbebas dari berbagai tindakan pelanggaran maupun kecurangan," kata Sekretaris Umum Forum Rektor PTMA, Prof Dr Ma’mun Murod Al-Barbasy dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (2/2).

Poin kedua, Forum Rektor PTMA mendorong penyelenggara pemilu, baik KPU dan Bawaslu hingga jajarannya di tingkat TPS untuk menjaga integritas dan netralitas petugasnya agar pemilu benar-benar berjalan sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Ketiga, menyerukan warga Muhammadiyah, terutama mahasiswa, dosen, dan karyawan di lingkungan PTMA untuk menjadi pengawas independen di masing-masing TPS. Mereka diminta melaporkan ke pengawas TPS dan Bawaslu jika terjadi pelanggaran dan kecurangan.

"Keempat, meminta semua aparat keamanan, kepolisian, militer, ASN, untuk bersikap netral selama proses pemilu dan pilpres 2024," tegas Prof Ma’mun Murod.

Poin kelima, meminta presiden, wakil presiden, gubernur, wakil gubernur, bupati/walikota serta wakil bupati/wakil walikota untuk bersikap proporsional dengan mengedepankan etika selama proses pemilu dan pilpres 2024.

Poin terakhir, memilih pemimpin yang memiliki komitmen kuat dalam pembuatan kebijakan yang menjunjung tinggi prinsip keadilan, mengedepankan kepentingan serta kemaslahatan masyarakat, mempunyai kepedulian terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia, dan berkomitmen melakukan pemberantasan korupsi hingga menjamin kebebasan berpendapat.
 
"Dengan demikian, kita berharap Indonesia dapat memiliki pemimpin sesuai harapan rakyat yang berkeadaban serta menjunjung tinggi etika di atas hukum dan kekuasaan," tutupnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya