Berita

Unjuk rasa mahasiswa UBK di depan gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Rabu (31/1)/RMOL

Politik

Mahasiswa UBK Bergerak, Gemakan Pemakzulan Jokowi di Depan Kantor Bawaslu

RABU, 31 JANUARI 2024 | 15:18 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Aksi demonstrasi dilakukan puluhan mahasiswa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Jalan MH Thamrin, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/1).

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL di lokasi, puluhan mahasiswa yang mengikuti aksi tampak mengenakan almamater berwarna merah marun bertuliskan Universitas Bung Karno (UBK).

Beberapa massa aksi tampak membentangkan spanduk panjang bertuliskan "UBK Bergerak Makzulkan Jokowi!", diikuti tanda pagar #NetralitasPejabatPublik.


Dalam situasi itu, massa aksi juga membakar beberapa ban motor tepat di depan pintu gerbang masuk pimpinan Bawaslu RI.

Sementara sang orator menyampaikan aspirasinya terkait dugaan pelanggaran netralitas pejabat negara yang dilakukan Presiden Jokowi, khususnya di masa kampanye Pemilu Serentak 2024.

"Pejabat-pejabat publik yang ikut campur tangan dalam proses demokrasi. Padahal aturan sudah jelas, tidak boleh seorang pejabat publik dapat berkampanye," ujar salah satu orator.

Selain itu, sang orator juga menilai pejabat publik tidak bisa mengikuti kampanye jika masih menduduki jabatannya.

"Di mana, pejabat publik harus mundur jika ingin berkampanye," tegasnya.

Oleh karena itu, para massa aksi memprotes pernyataan Jokowi yang menyebut seorang presiden boleh kampanye dan berpihak. Sehingga, mereka meminta Bawaslu menjatuhkan sanksi kepada Jokowi yang menurutnya menggunakan fasilitas negara.

"Kami meminta Bawaslu menegur secara tegas pejabat publik terutama Presiden Jokowi yang ternyata salah, melanggar aturan-aturan kita karena menggunakan fasilitas negara," demikian orator dari UBK menyampaikan aspirasinya menggunakan speaker.

Dugaan penggunaan fasilitas negara oleh Jokowi terekam saat melakukan kunjungan ke Salatiga, Jawa Tengah. Di mana, Presiden ketujuh RI itu mengacungkan dua jari dari atas mobil kepresidenan. Padahal saat itu Jokowi tengah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah tempat di Salatiga.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya