Berita

Kacamata augmented reality XREAL Air 2 Pro selama acara CES 2024 di Las Vegas/Net

Tekno

Dapat Dana Tambahan, Xreal Sesumbar Bisa Produksi Kacamata AR hingga 2 Juta Unit

SELASA, 30 JANUARI 2024 | 13:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produsen kacamata augmented reality (AR) asal China, Xreal, berhasil mengumpulkan pendanaan baru dengan valuasi melebihi 1 miliar dolar AS, menjadikannya siap bersaing dengan produk serupa buatan Apple, Meta Platforms, dan Alphabet.

Chief Executive Officer Chi Xu mengatakan perusahaannya berhasil mengumpulkan 60 juta dolar AS dalam putaran ini, sehingga totalnya menjadi lebih dari 300 juta dolar AS. Ia mengatakan modal terbaru tersebut berasal dari mitra rantai pasokan utama yang enggan dia sebutkan namanya.

“Ini akan membantu kami meningkatkan kemampuan manufaktur serta penelitian dan pengembangan kami,” katanya, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (29/1).


Ia menambahkan bahwa perusahaan tersebut memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi permintaan kacamatanya tahun ini tetapi membutuhkan uang untuk memenuhi pesanan pada tahun 2025.

Xreal ingin merintis jalan dalam augmented reality, teknologi yang melapisi data dan citra di atas tampilan dunia nyata. Menurut firma riset IDC, perusahaan ini menguasai sekitar setengah pasar perangkat khusus AR pada kuartal ketiga tahun lalu.

Pasar gabungan realitas virtual dan AR yang lebih besar – dikenal sebagai realitas campuran – menampilkan Meta sebagai pemimpin, diikuti oleh Sony dan ByteDance. Xreal sementata itu, menguasai sekitar 4 persen dari keseluruhan pasar.

Chi mengatakan, perusahaannya mampu memproduksi antara 500.000 hingga 1 juta unit pada tahun ini. Investasi terbaru memungkinkan perusahaan memproduksi 2 juta perangkat tahun depan.

"Perusahaan mengharapkan untuk menghasilkan pendapatan 100 hingga 150 juta dolar AS tahun ini dan antara 200 hingga 300 juta dolar AS pada tahun 2025," menurut Chi, yang mengatakan dia ingin Xreal go public di AS dalam waktu dua tahun.

Bisnis berusia 7 tahun ini sekarang memiliki sekitar 600 karyawan dan berbasis di Beijing. Kacamata pintar buatannya menghadirkan notifikasi, permainan, dan video dalam bidang pandang pemakainya.  

Chi mengatakan bahwa produk Xreal memperoleh keuntungan dari teknologi yang lebih mahal dari Magic Leap dan Microsoft, yang menjual headset yang disebut HoloLens.

“2023 adalah tahun yang sangat baik, dan ukuran pasarnya meningkat dua kali lipat,” kata Chi.  

Perusahaan tersebut, yang mengaku mendapatkan sebagian besar penjualannya dari situs web Amazon, menawarkan kacamata AR hanya dengan harga beberapa ratus dolar. Namun mereka yakin pasangan terbarunya, Air 2 Ultra, akan mendorong pendapatan di masa depan.

“Ada kemungkinan besar kami dapat memproduksi 50.000 unit Ultra tahun ini,” kata Chi, seraya menambahkan bahwa model yang lebih murah pasti lebih mudah untuk dijual dan konsumen massal tidak mencari fitur tambahan sebanyak yang mungkin mereka dapatkan dari produk saingan.

Xreal sendiri tidak memiliki rencana untuk terjun ke dunia realitas virtual  layaknya Vision Pro Apple, tetapi Chi yakin perusahaannya akan bersaing dengan pembuat iPhone di tahun-tahun mendatang.

“Saya pikir kita tiga sampai lima tahun lebih maju dari mereka dalam hal AR,” kata Chi.  

“Tapi mereka sedang mengejar.  Jadi kita perlu mengikuti dan mendorong batasan," ujarnya.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Dikawal Puluhan Banser

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:13

Pramono Setop Izin Baru Lapangan Padel di Zona Perumahan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:08

Komisi II DPR Dorong Partisipasi Publik dalam Penyusunan RUU Pemilu

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:07

Usulan Masyarakat Patungan MBG Dinilai Problematis

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

CELIOS Surati Presiden, Minta Perjanjian Tarif Indonesia-AS Dibatalkan

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:03

Tewasnya El Mencho Disebut-sebut Bagian dari Operasi Senyap Trump Basmi Kartel Meksiko

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:56

Ribuan Buruh Bakal Kepung DPR Tuntut Pembatalan Impor Pickup 4x4

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:49

Emas Antam Loncat Rp40 Ribu Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:44

Gubernur Lemhannas: Potensi Konflik Global Bisa Picu Perang Dunia Ketiga

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:39

KSPI Tuduh Perusahaan Gunakan Modus “Dirumahkan” via WhatsApp untuk Hindari THR

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:28

Selengkapnya