Berita

Butet Kartaredjasa/Net

Politik

Kritik Lewat Pantun, Butet: Jokowi Maunya Revolusi Mental, Tapi Gagal Terjungkal-jungkal

SELASA, 30 JANUARI 2024 | 11:33 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Berbagai kritikan melalui pantun untuk Presiden Joko Widodo disampaikan seniman monolog, Butet Kartaredjasa dalam acara kampanye akbar pasangan Capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Yogyakarta.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Sakarepisme Official berjudul "Sindiran Pedas Butet Kartaredjasa untuk Jokowi Lewat Pantun di Kampanye Ganjar", Butet menyampaikan kritikan pedasnya untuk Jokowi.

Pantun berjudul "Pantun Hajatan Rakyat" itu telah disampaikan Butet saat menghadiri acara kampanye terbuka bertajuk "Hajatan Rakyat" untuk pemenangan Ganjar-Mahfud di Alun-alun Wates Kulonprogo, Yogyakarta, Minggu (28/1).


"Pantun Hajatan Rakyat. Ada kucing gondol iwak empal, aku marah tak lempar sandal. Jokowi maunya revolusi mental, tapi gagal terjungkal-jungkal," kata Butet seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (30/1).

Selanjutnya, Butet juga menyindir adanya pihak-pihak yang mengakali hasil survei supaya menang.

"Ngakali survei supaya menang. Jelas, jika menang karena main curang. Satu-satu aku sayang ibu, dua-dua aku sayang ayah. Jutaan Jokower merasa ditipu, penampilannya lugu jebol licik ngakali Mahkamah," tuturnya.

Tak hanya itu, Butet juga menyampaikan pantun yang berisi tentang perbedaan "tuan" bagi Ganjar-Mahfud dengan "tuan" bagi capres-cawapres yang didukung Presiden Jokowi.

"Wong edan gondal-gandul tanpa cawat. Bagi mereka tuanku adalah konglomerat. Gatot kaca tulangnya besi, ototnya kawat. Bagi Ganjar-Mahfud tuanku adalah rakyat," tutur Butet.

Menurut Butet, pemimpin negara seharusnya dihormati semua pihak. Akan tetapi, dirinya enggan menghormati, bahkan muak karena pemimpin negara tersebut memihak.

"Di sini keselamatan negara dijaga Megawati. Di sana sembako wira-wiri dibagi Jokowi. Padahal sembakone milik kita, dari duit pajak rakyat, sembako negara," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya