Berita

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim al Thani/Net

Dunia

Qatar Khawatir Serangan Balasan AS Bakal Rusak Perundingan Damai Israel-Hamas

SELASA, 30 JANUARI 2024 | 11:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kemarahan Amerika Serikat (AS) atas kematian tiga tentaranya di Yordania dikhawatirkan mampu merusak upaya perdamaian di Jalur Gaza.

Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim al Thani dalam sebuah pernyataan pada Senin (29/1).

Qatar dan AS merupakan dua mediator yang diandalkan dalam upaya pencapaian gencatan senjata antara Israel-Hamas.


PM Qatar khawatir jika AS akan mengambil tindakan pembalasan yang memperkeruh situasi tegang di Timur Tengah, dan berimbas pada proses perundingan Gaza.

"Saya berharap tidak ada yang akan melemahkan upaya yang kami lakukan atau membahayakan proses tersebut,” ujarnya, seperti dimuat Al Arabiya.

Serangan drone yang menewaskan tiga tentara AS di Yordania pada Minggu (28/1) merupakan serangan mematikan pertama terhadap pasukan AS sejak perang Israel-Hamas meletus pada 7 Oktober lalu.

Kejadiaan itu bertepatan dengan pertemuan PM Qatar dengan Direktur CIA William Burns serta kepala dinas intelijen Mossad Israel dan kepala intelijen Mesir di Paris.

Mereka menggelar pembicaraan untuk membahas upaya pembebasan lebih dari 100 sandera yang disandera oleh Hamas.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya