Berita

Guntur Soekarnoputra/Net

Politik

Pengamat: Pernyataan Guntur Bisa Rugikan PDIP dan Ganjar-Mahfud

SELASA, 30 JANUARI 2024 | 10:22 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pernyataan Guntur Soekarnoputra yang menyebut nasib Presiden Joko Widodo dapat ditentukan apabila Ganjar Pranowo-Mahfud MD terpilih di Pilpres 2024, menjadi buah bibir.

Dalam pernyataannya, Guntur yang juga kakak dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengatakan apabila Ganjar menang dan jadi presiden, maka akan memiliki hak prerogatif.

"Kalau Ganjar dan Mahfud sudah jadi presiden dan wakil presiden, presiden punya hak prerogatif, gampang itu. Jokowi mau diapain nanti terserah," kata Guntur dalam video di channel YouTube Rumah Aspirasi Relawan Ganjar Pranowo.


Bagi pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, pernyataan Guntuk lebih dari sekadar kritik. Tetapi, ada dugaan keinginan mengejek Presiden Jokowi.

"Sejatinya, kritikannya jangan seperti itu, karena (pernyataan) itu seperti mengejek Jokowi, terlalu merendahkan Jokowi," kata Ujang kepada wartawan, Selasa (30/1)

Dalam analisa Ujang, pernyataan Guntur berpotensi memberi dampak negatif, baik bagi pribadinya ataupun pada elektoral PDIP serta Ganjar Pranowo.

"Karena Jokowi pun bisa marah. Jokowi pun bisa 'mengganjal', bisa menghadang PDIP maupun Ganjar-Mahfud untuk bisa unggul," jelasnya.

Dengan tensi politik saat ini, Ujang berharap setiap politikus dapat bersaing secara sehat dan rasional, serta menahan diri mereka, salah satunya dengan tidak merendahkan pihak manapun.

"Jangan marah, jangan manas-manasin. Berpolitik harus menjaga persatuan dan kesatuan," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya