Berita

Tangkapan layar pembukaan Digital Courses & Talk week Relawan Program secara daring, Senin (29/1)/Rep

Politik

Cetak Talenta Digital, Relawan 'Program' Lanjutkan Capaian Jokowi

SENIN, 29 JANUARI 2024 | 23:06 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Masalah transformasi digital harus jadi fokus menatap visi Indonesia Emas 2045. Untuk menyongsong itu, perlu mencetak SDM yang menguasai digitalisasi, khususnya generasi milenial.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Ketua Umum Relawan Prabowo-Gibran Digital Maju (Program), Francky Rinaldo, saat membuka Digital Courses & Talk week secara daring, Senin (29/1).
 
Pembukaan itu juga dihadiri Tim Kampanye Nasional (TKN) Bravo yang diwakili Rivaldyno.
 

 
“Ada beberapa poin yang saya sampaikan bahwa kita sedang menuju dalam persaingan global. Jadi tahu 2045 kita akan menjadi Indonesia emas, tahun 2030 Pak Jokowi sudah menyarankan Indonesia harus menunjukan talenta-talenta digital transformasi,” kata Francky dalam keterangannya.

Menurut dia, langkah yang dilakukan Jokowi sudah cukup baik, sehingga perlu dilanjutkan oleh kepemimpinan yang akan datang.

“Dari Pak Jokowi sudah cukup baik, dan maka dari itu kami dari relawan ikut membangun Indonesia digital. Ada beberapa topik yang kami akan angkat pertama digital sains, digital content dan juga digital security and code,” bebernya.
 
Sementara itu, mewakili Komandan TKN Bravo, Rivaldyno menyatakan permohonan maaf atas tidak hadirnya Komandan TKN Bravo Budisatrio Djiwandono.
 
“Saya mewakilkan Komandan Bravo kita karena sedang berada di daerah pemilihan beliau jadi beliau titip salam untuk rekan-rekan relawan program yang memang ini adalah salah satu simpul yang sangat-sangat penting,” ucap Rivaldyno.

Lanjut dia, masalah digital sains harus menjadi kemampuan bagi anak muda Indonesia menyongsong bonus demografi dan Indonesia Emas 2045.

“Digital sains amat sangat luar biasa, apalagi ini pertama kali dibandingkan semua calon. Tempat kita 02 melakukan pelatihan yang konkret untuk Indonesia Emas 2045, kenapa saya bilang begitu? Karena data sains ini saya sendiri dulu kepala kebijakan di meta Indonesia dan sekarang juga di advancial di Ali Group, jadi kebetulan memang dekat dengan dunia data sains,” ucap dia.

Masih kata Rivaldyno, negara tetangga seperti Vietnam, India sudah memiliki software soves terbesar di dunia yang tengah bersaing dengan perusahaan asal Amerika.

“Maka dari itu sangat sayang bila disia-siakan. Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai kalau potensi-potensi yang ada industri terbarukan seperti ini atau yang kita sebut 5.0 tidak dibarengi dengan SDM atau pengembangan SDM yang sesuai,” tegasnya.

Dia menyambut baik pelatihan ini kami. TKN sangan mengapresiasi program ini.

“Ini adalah bentuk program nyata yang langsung mempersiapkan, jadi bukan tentang politik, tapi kita juga langsung mempersiapkan diri menuju masa depan Indonesia yang lebih terbuka dan bersaing di industri global,” tegasnya lagi.

“Selamat menjalan program pelatihan data sains, dan selamat relawan program ya, juga mohon support dan doanya selalu, kita berjuang masih ada 13 hari lagi. Dari komunitas informasi teknologi juga perlu mengangkat tema-tema yang kita rasa penting untuk ini salah satunya adalah kesiapan SDM kita,” jelas Rivaldyno.

Bahkan, dia berjanji masalah-masalah digital akan disampaikan langsung ke Prabowo Subianto dalam menghadapi debat kelima pada 4 Februari 2024 mendatang.

“Debat nanti sesuai dengan bidang kita semua, ada informasi dan teknologi. Nanti saya akan tanya hasil pelatihan seperti apa untuk disampaikan pada Komandan Budi dan seluruh pimpinan, dan mudahan-mudahan bisa jadi masukan untuk menjelang debat khususnya untuk Pak Prabowo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya