Berita

Kapal Tanker MT Palu penyok usai mengalami insiden tabrakan/Ist

Nusantara

SPOB Bahari Maju II Seruduk Kapal Tanker di Dermaga PT Pertamina Plaju

MINGGU, 28 JANUARI 2024 | 09:40 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Insiden tabrakan kapal di perairan Sungai Musi kembali terjadi. Kali ini, sebuah kapal tanker Self Propelled Oil Barge (SPOB) Bahari Maju II bermuatan CPO menabrak kapal tanker MT Palu Sipat yang sedang bersandar di Dermaga PT Pertamina Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (27/1) sekitar pukul 19.00 WIB.


Akibat hantaman keras kapal SPOB Bahari Maju II tersebut, membuat bagian samping kapal Tanker MT Palu Sipat penyok dan menghantam dermaga 7 dan 8 PT Pertamina Plaju.

Kasi Keselamatan Berlayar Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan Kelas I Palembang Bintarto membenarkan insiden kapal SPOB Bahari Maju II menubruk MT Palu Sipat yang sedang sandar di Dermaga PT Pertamina Plaju

Kasi Keselamatan Berlayar Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan Kelas I Palembang Bintarto membenarkan insiden kapal SPOB Bahari Maju II menubruk MT Palu Sipat yang sedang sandar di Dermaga PT Pertamina Plaju

"Untuk kronologis kejadiannya saya belum mengetahui secara pasti, tapi petugas kami dari KSOP sudah ke lokasi kejadian untuk mencari tahu kronologisnya," kata Bintarto ketika dikonfirmasi, Sabtu (27/1).

Dikatakan Bintarto, untuk data awal yang diterimanya kapal SPOB Bahari Maju II bermuatan CPO bertolak dari Boom Baru tujuan Marunda dalam perjalanan kapal SPOB Bahari Maju II diduga mengalami mati mesin sehingga hilang kendali lalu menubruk kapal tanker MT Palu Sipat yang sedang sandar di dermaga PT Pertamina.

"Dalam insiden ini tidak ada korban jiwa dan tidak pencemaran. Akan tetapi kapal tanker MT Palu Sipat mengalami lecet," kata Bintarto.

Kondisi dermaga 7 dan 8 PT Pertamina Plaju yang ditubruk mengalami kerusakan.

"Saya masih menunggu laporan dari petugas yang berada di lokasi kejadian. Karena saat ini masih di lakukan pendataan petugas yang berada dilokasi," kata Bintarto dikutip dari Kantor Berita RMOLSumsel.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya