Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Pakar: Tak Etis Presiden Berpihak dan Kampanye di Pemilu

KAMIS, 25 JANUARI 2024 | 16:44 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Presiden sebagai pembina politik negara maupun Gubernur juga Bupati/Walikota sebagai kepala daerah tidak etis bila memihak dan berkampanye menyukseskan salah satu pasangan calon. Presiden harus netral dalam Pemilu 2024.

Demikian disampaikan Pakar Hukum Tata Negara (HTN), Prof Sugianto, saat dikonfirmasi Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (25/1).

Prof Sugianto menjelaskan, walaupun kedudukan presiden dalam UU 7/2017 tidak ditegaskan boleh/tidak berkampanye dalam Pilpres 2024, namun sebagai pembina politik negara, presiden termasuk gubernur, bupati dan walikota sebagai pembina politik daerah sebaiknya mengambil cuti di luar tanggungan negara.


“Presiden sebaiknya cuti, karena sebagai pejabat negara tidak bisa dipisahkan apakah pada saat kampanye menggunakan fasilitas negara atau tidak,” tegasnya.

Gurubesar hukum Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon tersebut menyarankan presiden sebagai pembina politik negara dalam Pemilu 2024, tidak memaksakan kehendak untuk memihak salah satu pasangan calon.

“Kami berharap Presiden Jokowi netral dalam Pilpres 2024, karena putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka menjadi Cawapres nomor urut 2,” ujarnya.

Prof Sugianto menuturkan, berdasarkan UU 7/2017 tentang Pemilu, presiden dan wakil presiden memang dibolehkan untuk berkampanye pada pemilu, baik pilpres maupun pileg. Ketentuan Pasal 280 UU Pemilu merinci pejabat-pejabat negara yang tidak boleh kampanye, antara lain Ketua dan para Hakim Agung, Ketua dan para Hakim Mahkamah Konstitusi, Ketua dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan, dan seterusnya.

Sedangkan presiden dan wakil presiden serta para menteri tidak termasuk dalam pejabat negara yang dilarang kampanye. Bahkan Pasal 299 ayat 1 UU Pemilu secara tegas menyatakan presiden dan wakil presiden mempunyai hak untuk melaksanakan kampanye.

Namun begitu, Prof Sugianto mengingatkan, Pasal 281 UU itu mengatur syarat-syarat pejabat negara, presiden dan wakil presiden yang akan berkampanye antara lain harus cuti di luar tanggungan negara dan tidak boleh menggunakan fasilitas negara, termasuk lepas dari ajudan dan pengawal.

“Jadi presiden dan wakil presiden boleh kampanye, baik mengkampanyekan diri mereka sendiri kalau menjadi petahana, maupun mengkampanyekan orang lain yang menjadi capres dan cawapres," jelasnya.

Prof Sugianto kembali menegaskan, presiden dan wakil presiden boleh juga kampanye untuk parpol peserta Pemilu tertentu. Pasal-pasal tentang presiden yang akan berkampanye itu juga mengatur pengamanan dan fasilitas kesehatan presiden dan wakil presiden yang berkampanye.

“Ketentuan lebih lanjut bagi presiden dan wakil presiden yang akan kampanye diatur oleh Peraturan KPU,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya