Berita

Atikoh Ganjar di Lumajang, Jawa Timur, Kamis (25/1)/RMOL

Politik

Atikoh Ganjar Singgung Pemerintah Tidak Pro Petani: Ngapain Impor Beras?

KAMIS, 25 JANUARI 2024 | 14:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Istri Capres Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti meyakini Indonesia yang notabene adalah negara agraris dapat mewujudkan kedaulatan pangan apabila pemerintahnya pro terhadap petani.

Sebab, Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah dan penduduk yang kreatif.

Hal itu disampaikan Atikoh saat bersilaturahmi dengan warga dan sukarelawan di Darungan, Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (25/1).


Kegiatan ini merupakan bagian dalam rangkaian safari politiknya ke Jawa Timur yang dilakukan sejak kemarin.

"Indonesia itu bisa berdaulat di bidang pangan. Sangat bisa, karena tanah kita subur, karena penduduk kita sangat kreatif dari sisi bertanam dan juga iklimnya sangat memenuhi syarat. Asalkan semua pihak gotong royong," kata Atikoh.

Menurut Atikoh, kekayaan Indonesia dari sisi alam dan kreativitas rakyat perlu diteruskan dengan keberpihakan pemerintah agar tercipta kedaulatan pangan.

"Pemerintahnya juga pro petani dan masyarakatnya mendukung, bukan membeli produk impor," tegasnya.

Ibunda Muhammad Zinedine Alam Ganjar itu pun menyoroti rencana beberapa pihak mengimpor susu karena hal itu bisa membuat Indonesia sulit mewujudkan kedaulatan pangan.

"Susunya mau diimpor, lah, padahal kita juga banyak peternak. Kenapa enggak beli dari peternak kita," tuturnya.

"Kemudian ketika panen, ngapain impor beras? Habiskan beras yang ada di Indonesia, sehingga harganya tidak turun. Daging juga seperti itu. Harapannya kedaulatan pangan terwujud karena itu akan melindungi seluruh warga masyarakat Indonesia," imbuh Atikoh.

Atikoh lantas mengajak semua pihak, terutama para ibu-ibu untuk bisa berkontribusi memilih pemimpin terbaik yang bisa membawa bangsa lebih baik ke depan.

"Berkontribusi untuk mendukung terpilihnya presiden, wapres, anggota legislatif yang bisa kita titipi untuk bangsa dan negara. Kenapa penting? Sebab, siapapun bisa menentukan masa depan bangsa dan negara untuk lima tahun ke depan bagaimana negara ini akan dibawa," tutupnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya