Berita

Tiga pasangan capres-cawapres Pilpres 2024/Net

Publika

Hati-hati Peserta Keempat di Pilpres 2024

OLEH: ADIAN RADIATUS
SELASA, 23 JANUARI 2024 | 01:29 WIB

KONSTELASI perpolitikan Indonesia yang kini tengah berfokus pada suksesi agenda nasional Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden memasuki dimensi kalkulasi kemungkinan pemenang capres untuk kepemimpinan 2024-2029.

Berbagai lembaga survei yang diandalkan menjadi indikator pun tak luput menuai pro kontra di tingkat para pendukung atau netizen yang telah menentukan pilihannya. Penyebaran konten hoaks meskipun ada namun tidak terlalu begitu digubris. Karena selain publik sudah semakin cerdas juga perubahan catur partai politik pendukung menjadi sebab tersendiri.

Seperti PSI yang meskipun bukan partai nasional, namun akibat masuknya Kaesang Pangarep yang tentu didukung Presiden Joko Widodo alias Jokowi menjadikan dukungannya kepada pasangan Prabowo-Gibran cukup mencampur adukan perasaan publik pendukungnya di awal munculnya skenario baru tersebut.


Kemudian juga masuknya Anies Baswedan sebagai capres Partai Nasdem tak kurang mengejutkan sebagian pengurus. Bahkan beberapa di antaranya dengan hikmat mengundurkan diri karena tidak rida partainya menjadi alat pencapresan Anies Baswedan.

Terlepas dari semua itu adalah perlunya kewaspadaan diarahkan kepada munculnya pihak yang tidak menginginkan kelangsungan pilpres akibat merasa "kalah sebelum perang usai". Indikator yang terjejak adalah adanya suara bahwa pilpres sudah diatur. Bahkan persentasenya pun sudah ditentukan. Jelas ini adalah pelecehan kalau tidak mau dibilang penghinaan kepada Komisi Pemilihan Umum atau KPU.

Paslon Prabowo-Gibran tampak terus menjalankan masa kampanyenya dengan antusias layaknya pesta demokrasi lima tahunan memakai nuansa judul "gemoy" yang sangat menarik hati rakyat penuh kegembiraan.

Berbeda dengan paslon nomor dua itu, maka paslon satu dan tiga, Anies-Muhaimin, Ganjar-Mahfud justru tampaknya masih berkutat dalam upaya menggapai angka elektabilitas yang hampir tak terdapat penambahan yang signifikan. bahkan cenderung keduanya seakan disibukan untuk menjatuhkan popularitas Prabowo-Gibran semata dan ini sangat terlihat di ajang debat resmi khususnya.

Dengan situasi ini maka tentu saja kemungkinan adanya peserta keempat yaitu pihak yang berusaha mendiskreditkan capres-cawapres unggulan polling patut diduga akan mencoba mengdistorsi suasana kontestasi bahkan tak terlepas di masa tenang sekalipun.

Maka menjadi sangat penting bahwa rakyat patut menjaga paslon yang telah unggul untuk justru menjadi korban perundungan verbal bahkan fitnah yang tak pantas terjadi di level kontestasi demokrasi yang mulia ini.

Penulis adalah pemerhati sosial politik

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya