Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Migrant Care Peroleh Laporan Ada Belasan Ribu Pemilih Ganda di AS

SENIN, 22 JANUARI 2024 | 17:29 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Data pemilih yang ganda di daerah pemilihan luar negeri, dilaporkan warga diaspora Indonesia di Amerika Serikat (AS) kepada Migrant CARE.

Direktur Eksekutif Migrant CARE, Wahyu Susilo menjelaskan, pihaknya kini tengah menindaklanjuti laporan warga diaspora di negeri Paman Sam tersebut.

"Migrant CARE telah menerima informasi dan pengaduan dari diaspora Indonesia di New York, Amerika Serikat mengenai kejanggalan yang ada dalam DPT LN (Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri) yang ditetapkan oleh PPLN (Panitia Pemilu Luar Negeri) New York," ujar Wahyu dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/1).


Dia memastikan, verifikasi yang dilakukan dari data pemilih ganda yang ditemukan itu telah dilakukan.

"Atas informasi dan pengaduan tersebut Migrant CARE melakukan verifikasi atas DPT LN tersebut yang terdiri dari 11.141 pemilih," sambungnya memaparkan.

Oleh karena itu, dia mengungkapkan hasil verifikasi tersebut, yang salah satunya adalah model penggandaan data pemilih di negara bagian AS itu.

"Berdasarkan verifikasi tersebut ditemukan beberapa data bermasalah dari DPT LN tersebut antara lain, nama nama berganda dengan pilihan metode pemilihan yang berbeda-beda," demikian Wahyu menambahkan.

Khusus mekanisme pemilihan di luar negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 3 model. Yakni pertama melalui tempat pemungutan suara luar negeri (TPS-LN).

Kemudian yang kedua, KPU menyediakan metode pemilihan pos, dimana surat suara dikirim ke alamat masing-masing pemilih, dan dikembalikan lagi ke alamat kantor PPLN.

Adapun metode pemilihan ketiga adalah Kotak Suara Keliling (KSK), yang dalam praktiknya petugas menyambangi rumah-rumah warga diaspora.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya