Berita

Ketua Umum Relawan ProGib Nusantara (PGN), Hafif Assaf (tengah)/Ist

Politik

ProGib Nusantara Berjuang Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran dengan Damai

SENIN, 22 JANUARI 2024 | 12:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum Relawan ProGib Nusantara (PGN), Hafif Assaf mengapresiasi pernyataan ahli politik dari Australian National University (ANU), Marcus Mietzner yang menilai pasangan calon (paslon) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan memenangkan Pilpres 2024 satu putaran.

Hafif mengatakan, pihaknya dan relawan-relawan lainnya pun bakal terus berupaya untuk membantu paslon nomor urut 2 tersebut meraih kemenangan dalam sekali putaran pemilihan.

“Kami apresiasi tanggapan ini. Kami tetap berjuang dan meniatkan agar Pak Prabowo dan Mas Gibran menang sekali putaran. Sehingga dapat menghemat keuangan negara dalam pelaksanaan Pemilu,” kata Hafif dalam keterangannya, Senin (22/1).


Selain itu, Wasekjen Relawan ProGib Nusantara, Andi Muhammad Riski menambahkan bahwa selama proses kampanye harus dilakukan secara damai dan mengedepankan persatuan. Sebab, menurut dia, nilai-nilai persatuan dan kesatuan sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan kedepannya.

“Tetap kedepankan kampanye damai, santun dan juga jaga persatuan serta kesatuan bangsa. Tantangan bangsa kedepan besar, jadi perlu persatuan dari semua rakyat Indonesia,” ujar dia.

Lebih lanjut, Ketua DPP Bidang Hubungan Kelembagaan, Rully Satria menyampaikan bahwa walaupun hasil survei untuk paslon 02 sudah jauh memimpin, tetap dihimbau semua organ relawan agar terus bekerja keras memenangkan Prabowo-Gibran.

“Mari kita bergandengan tangan dan turun tangan dalam kerja-kerja elektoral agar kemenangan sekali putaran bisa kita raih,” himbau Rully.

Sebelumnya, Guru Besar Ilmu Politik Australian National University, Marcus Mietzner menilai, paslon Prabowo-Gibran sudah tak terbendung lagi memenangi Pilpres 2024. Hal ini dia sampaikan merespons hasil survei dari Indikator Politik Indonesia periode 30 Desember 2023-6 Januari 2024.

Berdasarkan hasil survei tersebut, elektabilitas Prabowo-Gibran berada paling atas sebesar 45,79 persen. Kemudian, disusul oleh paslon Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar 25,47 persen, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD 22,96 persen.

Marcus menjelaskan, hipotesisnya itu berdasarkan beberapa hal. Pertama, jelas dia, selisih elektabilitas Prabowo-Gibran dengan kedua pesaingnya, yakni Anies-Muhaimin, dan Ganjar-Mahfud terpaut sekitar 20 persen. Menurut dia, angka ini tergolong besar, apalagi jika merujuk dengan pilpres di negara lain, termasuk yang sebelumnya terjadi di Indonesia.

"Saya rasa, itu harus dibaca dalam konteks komparatif. Kalau kita lihat pemilu-pemilu di seluruh dunia, kalau ada konstelasi angka seperti itu, rata-rata komentator akan bilang, 'Oh, ini sudah selesai'," kata Marcus dalam paparannya atas hasil survei Indikator secara daring, Kamis (18/1).

Kedua, sambung Marcus, selisih tingkat dukungan antara Prabowo-Gibran dengan pesaingnya dalam skenario dua paslon atau head to head meningkat menjadi 28 persen. “Masif sekali dan sulit (dikalahkan),” ujar dia.

Ketiga, Marcus menyebut, hasil survei beberapa lembaga lain juga memiliki temuan serupa dengan riset Indikator Politik Indonesia tersebut. Dia menilai, hal ini berbeda dengan Pilpres 2014 dan 2019.

"Tidak seperti (Pilpres) 2014 (dan) 2019, (di mana) lembaga survei yang bilang angka-angka kami sangat berbeda. Jadi, trennya sudah jelas, selisihnya jelas, dan itu disepakati oleh hampir semua lembaga survei yang mengeluarkan hasil," ungkap Marcus.

"Jadi, kalau semua data itu dikumpulkan, sulit untuk dikatakan bahwa masih ada kemungkinan untuk orang lain (dilantik) jadi presiden selain Prabowo pada 20 Oktober tahun ini," imbuh dia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya