Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

LinkedIn Tertarik Lanjutkan Investasi di India

SENIN, 22 JANUARI 2024 | 08:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perusahaan penyedia layanan pencarian kerja, LinkedIn Corporation, mengungkapkan ketertarikannya untuk melanjutkan investasinya di India.

Dalam wawancara dengan ANI di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, salah satu pendiri platform LinkedIn, Allen Blue, menjelaskan bahwa India telah menjadi pusat operasi utama bagi LinkedIn selama sepuluh tahun terakhir.

"India telah menjadi salah satu pusat operasi kami selama sepuluh tahun. Kami memiliki kantor di Bengaluru, Mumbai, dan Delhi, dan salah satu pusat pengembangan utama kami berbasis di Bengaluru. LinkedIn sangat tertarik untuk melanjutkan investasi di India. Kami sangat tertarik untuk melanjutkan investasi di India," kata Blue kepada ANI, dikutip Senin (22/1).


Menurut Allen, para profesional di India sangat penting baginya, karena mereka bukan hanya sumber daya manusia berbakat yang diandalkan oleh perusahaan-perusahaan global, tetapi juga merupakan daya tarik utama dalam menarik bakat terbaik.

“Para profesional India tidak hanya merupakan sumber talenta yang hebat bagi perusahaan-perusahaan di seluruh dunia tetapi juga merupakan penarik talenta yang hebat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Allen menyoroti tentang kunjungannya baru-baru ini ke India untuk acara terkait G20, ia mengatakan bahwa antusiasmenya untuk berinvestasi dan memindahkan operasi di negara tersebut semakin meningkat.

“Saya menghadiri G20 B20 beberapa bulan lalu di India dan antusiasme terhadap India sebagai lokasi tidak hanya untuk investasi dan juga untuk menggerakkan operasional perusahaan sangatlah tinggi,” kata Co-Founder LinkedIn itu.

Sebagai jaringan profesional terbesar dengan lebih dari 1 miliar anggota di lebih dari 200 negara, LinkedIn terus berkomitmen untuk menciptakan peluang ekonomi bagi anggota angkatan kerja global.

Didirikan pada tahun 2003 dan sekarang dikelola di bawah kepemimpinan Ryan Roslansky, LinkedIn telah melibatkan diri dalam bisnis yang beragam, termasuk pendapatan dari langganan keanggotaan, penjualan iklan, dan solusi rekrutmen. Akuisisi oleh Microsoft pada Desember 2016 memperkuat posisi LinkedIn sebagai pemimpin di dunia jaringan profesional global.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya