Berita

Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka/RMOL

Politik

Lanjutkan Program Jokowi, Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran dalam Survei TBRC

MINGGU, 21 JANUARI 2024 | 15:12 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Hasil Survei Timur Barat Research Center (TBRC) untuk mengukur tingkat keterpilihan pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2024 menyebutkan pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memperoleh poin di atas 50 persen.

Survei itu menggunakan sampel sebanyak 1984 responden dari 389 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi. Sampel responden dipilih secara acak dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender

Hasil survei ini memiliki margin of error sebesar kurang lebih 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan pada periode 30 Desember 2023-8  Januari 2024.


Direktur Eksekutif TBRC,  Johanes Romeo mengatakan, dalam pertanyaan terbuka atau ketika semua responden ditanyakan Capres-Cawapres mana yang akan dipilih jika pilpres digelar hari ini maka dari jawaban 1984 responden secara terbuka maka pasangan Prabowo-Gibran dipilih sebanyak 39,6 persen.

Lalu disusul oleh pasangan Ganjar-Mahfud sebanyak 27,2 persen dan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebanyak 16,1 persen, serta yang tidak menjawab sebanyak 17,1 persen

Sementara dengan menggunakan pertanyaan tertutup menggunakan kuesioner dengan memberikan pertanyaan yang sama, maka hasil tabulasi dari hasil jawaban 1984 responden pasangan Prabowo-Gibran dipilih sebanyak 50,2 persen dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud dipilih sebanyak 28,8 persen dan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar  dipilih sebanyak 17,2 persen. Sedangkan yang tidak memilih sebanyak 3,8 persen

"Dalam survei ini juga diukur persepsi masyarakat untuk menilai kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dan jawaban dari 1984 responden sebanyak 78,1 persen puas dengan kinerja Presiden Jokowi dan sebanyak 17,6 persen tidak Puas  dan sebanyak 4,3 persen tidak menjawab," kata Johanes dalam keterangannya, Minggu (21/1).

Sebanyak 68,8 persen responden menginginkan keberlanjutan program program yang selama ini dijalankan oleh pemerintahan Jokowi oleh Capres dan Cawapres yang terpilih nanti dan sebanyak 20,1 persen menginginkan perubahan. Itu terlihat dari program program Jokowi terutama menyangkut program program yang kurang efektif dan tidak banyak bermanfaat bagi rakyat serta dibiayai oleh utang. Sementara sebanyak 11,1 persen tidak memberikan pendapat

Menurut Johanes Romeo tingginya tingkat keterpilihan Prabowo-Gibran yang melebihi 50 persen pada pertanyaan tertutup memiliki hubungan dengan visi misi yang dikampanyekan dengan melanjutkan program program Jokowi jika terpilih.

"Dan dari hasil survei ini menunjukan pasangan Prabowo-Gibran akan memenangi Pilpres 2024 dengan satu putaran," ujarnya.

Terkait itu, pengamat politik Institute for Digital Democracy (IDD) Yogyakarta Bambang Arianto menilai bahwa hasil survei Timur Barat Research Center (TBRC) yang mengunggulkan pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Gibran merupakan sosok yang lebih dipilih oleh masyarakat yang layak untuk meneruskan program Jokowi.

"Unggulnya Prabowo-Gibran di survei TBRC karena mereka sosok yang dipilih masyarakat sebagai penerus program Jokowi selanjutnya," kata Bambang kepada awak media, Minggu (21/1).

Selain itu,adanya Gibran tentunya  menjadi daya tarik para kaum muda atau  kalangan gen Z ,karena sebagai cawapres dari anak muda.

"Gibran itu mewakili para generasi muda atau gen Z yang maju di Pilpres 2024," ucap Bambang.

Bambang mengungkapkan bahwa masyarakat melihat  sosok Gibran adalah Jokowi sehingga para pendukung setia Jokowi lebih memilih Prabowo-Gibran ketimbang kandidat capres lainnya.

"Masyarakat melihat Gibran adalah sebagai sosok Jokowi, ini yang membuat pendukung setia Jokowi memilih pasangan capres-cawapres Prabowo-Gibran untuk Pilpres 2024," ungkapnya.

Dia menjelaskan naiknya elektabilitas Prabowo-Gibran karena masyarakat lebih percaya program Jokowi yang menyentuh masyarakat akan terus dilanjutkan dan karena terbukti telah membantu masyarakat kecil selama ini.

" Kalau naiknya elektabilitas Prabowo-Gibran karena masyarakat percaya program Jokowi akan dilanjutkan dan karena terbukti telah membantu masyarakat kecil selama ini," ujarnya.


Menurut dia,  jika hasil survei TBRC ini bukti bahwa pemilih muda lebih cenderung kepada sosok Prabowo-Gibran, karena adanya Gibran yang dianggap dapat mengajak anak muda dalam memajukan negara melalui gebrakan anak muda dengan program-program yang memberikan peluang bagi generasi muda untuk maju.

"Gibran dianggap mampu mengajak anak muda dalam ikut serta memajukan negara dan lewat gebrakan anak muda dengan program-program yang memberikan peluang bagi generasi muda untuk maju," jelasnya.

Tak hanya itu, dia menjelaskan bahwa dari hasil survei TBRC ini bisa dipastikan Prabowo-Gibran berpotensi menang satu putaran kalahkan 2 pasangan capres-cawapres lainnya.

"Kalau lihat hasil survei TBRC bisa saja Prabowo-Gibran berpotensi menang satu putaran," ungkapnya.

Sementara itu, pengurus forum dekan FISIP se-Indonesia atau pengamat politik dan ideologi universitas Al-Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto menyampaikan bahwa survei bersifat fluktuatif dan dinamis, karena persepsi bahkan preferensi pemilih pun bisa berubah. Oleh karena itu hasil survei hanya bisa dijadikan sebagai satu patokan disamping ikhtiar maksimal lainnya dari para calon dibantu tim suksesnya masing-masing.

"Posisi unggulnya pasangan Prabowo Subianto dan Gibran cukup masuk akal karena banyak faktor yang mempengaruhi, antara lain efek kepemimpinan dan keberhasilan Jokowi. Selain itu jumlah partai yang ada di parlemen sebagian besar ada di belakang pasangan Prabowo dan Gibran," kata Heri kepada awak media.

Sedangkan menurunnya dukungan atas pasangan Ganjar -Mahfud MD disebabkan oleh posisi dilematis dibandingkan positioning Anis-Muhaimin yang jelas memposisikan diametral.

"Yaitu  Perubahan versus keberlanjutan. Intinya branding, profiling pasangan capres dan cawapres Pemilu RI 2024 dipengaruhi oleh banyak faktor di samping indikator hasil survei, apalagi peran media elektronik dan digital sangat strategis mempengaruhi berbagai lapisan calon pemilih," bebernya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya