Berita

Baterai litium-ion EP Cube menggunakan litium besi fosfat, bukan logam langka yang mahal, sehingga menghemat biaya/Net

Tekno

Canadian Solar akan Jual Baterai Penyimpanan Rumahan di Jepang

SABTU, 20 JANUARI 2024 | 07:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mulai tahun ini, produsen panel surya besar asal Kanada, Canadian Solar, berencana memulai penjualan baterai penyimpanan untuk rumah-rumah di Jepang, memanfaatkan permintaan untuk tindakan pencegahan terhadap pemadaman listrik akibat gempa bumi dan bencana alam lainnya.

Canadian Solar adalah pemain global di bidang panel surya, dengan perkiraan pangsa pasar 15 persen di Jepang.  

Perusahaan berencana menggunakan jaringan penjualan yang ada untuk memasarkan sistem terintegrasi di mana listrik yang dihasilkan panel surya pada siang hari dapat disimpan dalam baterai dan digunakan pada malam hari.


Bloomberg melaporkan, baterai Canadian Solar, yang disebut EP Cube, memiliki desain modular dan menawarkan kapasitas antara 6,6 kilowatt-jam dan 13,3 kWh untuk melayani rumah tangga dengan berbagai ukuran dan kebutuhan.  

Informasi Canadian Solar menyebutkan EP Cube berkekuatan 13,3 kWh dapat memberi daya pada rumah tangga standar selama dua hingga tiga hari.

Pasar baterai penyimpanan Jepang diperkirakan akan mencapai 196.800 unit pada tahun 2025, menurut perusahaan riset Fuji Keizai. Canadian Solar menargetkan pangsa pasar 15 persen produk di sana pada tahun 2026.

Selelain Jepang, perusahaan ini juga mulai menjual baterai penyimpanan rumah di AS, Spanyol, dan Italia pada tahun 2023.

Berkantor di Ontario, Canadian Solar yang terdaftar di Nasdaq memproduksi panel surya terutama di China. Anak perusahaannya, CSI Solar tercatat di Bursa Efek Shanghai pada Juni 2023.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya