Berita

Ketua KPU RI, Hasyim Asyari/RMOL

Politik

APK di Jalan Bikin Celaka Lansia, Ketua KPU Peringatkan Parpol

SABTU, 20 JANUARI 2024 | 05:01 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Video viral terkait pasangan lanjut usia (lansia) kecelakaan di jalan akibat alat peraga kampanye (APK) dipasang di pembatas jalan raya, akhirnya direspons Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asyari.

Hasyim mengatakan, pemasangan alat peraga seharusnya diperhatikan dengan saksama oleh para peserta Pemilu Serentak 2024, baik partai politik (parpol), calon anggota legislatif (caleg), maupun calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres).

"Harus menjadi kesadaran bersama adalah aspek estetika, keamanan dan keselamatan para pihak yang potensial kena masalah atau kena musibah kalau misalkan alat peraga kampanye ambruk, jatuh melintang di jalan," kata Hasyim saat ditemui di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/1).


Dia mengatakan, setiap pemerintah daerah memiliki aturan tersendiri mengenai pemasangan umbul-umbul atau bahkan spanduk-spanduk. Sehingga, para peserta pemilu bisa menghindari dampak yang kemungkinan terjadi.

"Untuk pemasangan alat peraga itu tentang lokasi dan tempatnya mengikuti ketentuan yang dibuat oleh masing-masing pemerintah daerah," sambungnya menegaskan.

Kendati begitu, Hasyim tidak bisa menentukan salah atau tidaknya pemasangan APK yang mencelakai pasangan lansia, karena bukan kewenangan KPU.

"Kalau dianggap mengganggu itu tugas teman-teman Bawaslu sesuai dengan kewenangannya akan dilakukan penegakkan hukum. Bagaimana mekanismenya? Apakah peringatan? Itu ada di Bawaslu dan juga pemerintah daerah setempat," demikian Hasyim menambahkan.



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Gol Dramatis Lautaro Martínez Bawa Argentina ke Final

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:20

KPK Watch Dorong DPR Percepat Bahas RUU Perampasan Aset

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:03

Klaster Asabri-Jiwasraya dari Suap, Gratifikasi, hingga Pencucian Uang

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:30

Pecat Jaksa Agung ST Burhanuddin!

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:08

Pemilu 2029 Inkonstitusional Jika UU Pemilu Tak Direvisi

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:04

Gus Miftah Terima Uang Haram Rp100 Juta? Ah, Jangan Bercanda

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:40

Fahira Idris: Ancaman Bom Bukan Candaan!

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:08

Kasus Febrie Adriansyah Berpeluang Antiklimaks

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Dominasi Agrinas di KDKMP Membahayakan Desa

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Kejagung Bikin Dagelan Kasus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 01:18

Selengkapnya