Berita

Ilustrasi Foto/Net

Publika

2025, Tahun Koperasi Internasional Kedua

Oleh: Suroto*
JUMAT, 19 JANUARI 2024 | 20:34 WIB

RESOLUSI PBB menyerukan tahun 2025 sebagai Tahun Koperasi Internasional yang kedua. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengadopsi resolusi baru tentang koperasi dalam pembangunan sosial yang menyerukan proklamasi tahun 2025 sebagai Tahun Koperasi Internasional.

Teks ini mendorong semua negara anggota, serta PBB dan semua pemangku kepentingan terkait lainnya, untuk memanfaatkan Tahun Koperasi Internasional sebagai cara untuk mempromosikan koperasi dan meningkatkan kesadaran akan kontribusi mereka terhadap implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan untuk pembangunan sosial dan ekonomi secara keseluruhan.

Resolusi tersebut disampaikan oleh Pemerintah Mongolia dan diadopsi pada tanggal 3 November pada sidang pleno ke-47 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Inisiatif ini muncul setelah keberhasilan Tahun Koperasi Internasional pertama pada tahun 2012, yang berkontribusi besar dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran koperasi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.


Resolusi ini selanjutnya meminta perhatian pemerintah terhadap rekomendasi laporan Sekretaris Jenderal PBB tahun 2023 tentang koperasi dalam pembangunan sosial, untuk memfokuskan dukungan pada koperasi sebagai usaha bisnis yang berkelanjutan dan sukses dengan memperkuat ekosistem kewirausahaan bagi koperasi sehingga memungkinkan mereka untuk berkontribusi lebih langsung pada: penciptaan lapangan kerja yang layak, pemberantasan kemiskinan dan kelaparan, pendidikan, perlindungan sosial - termasuk jaminan kesehatan universal, inklusi keuangan dan penciptaan pilihan perumahan yang terjangkau di berbagai sektor ekonomi di perkotaan dan pedesaan.

Naskah ini juga merekomendasikan peninjauan kembali undang-undang dan peraturan yang ada untuk membuat lingkungan hukum dan peraturan nasional yang lebih kondusif bagi penciptaan dan pertumbuhan koperasi dengan memperbaiki undang-undang dan peraturan yang ada dan/atau dengan membuat undang-undang dan peraturan baru, terutama di bidang akses terhadap modal, otonomi , daya saing dan perpajakan yang adil.

Selain itu, resolusi tersebut meminta negara-negara anggota PBB untuk berkonsultasi dengan koperasi dalam persiapan tinjauan nasional sukarela untuk Forum Politik Tingkat Tinggi tentang Pembangunan Berkelanjutan.

Resolusi ini juga mengundang pemerintah, organisasi internasional terkait, badan-badan khusus dan organisasi koperasi lokal, nasional dan internasional untuk terus memperingati Hari Koperasi Internasional setiap tahunnya, pada hari Sabtu pertama bulan Juli, sebagaimana dicanangkan oleh Majelis Umum PBB dalam resolusinya 47/90.

International Cooperative Alliance (ICA) merayakan diadopsinya resolusi ini, menyambut baik rekomendasinya, dan mendorong semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam promosi dan kemajuan koperasi untuk menerapkannya.

Presiden ICA, Ariel Guarco, menyambut baik diadopsinya resolusi PBB yang baru mengenai koperasi dan menambahkan pernyataan  “proklamasi Tahun Koperasi Internasional yang baru 13 tahun setelah tahun pertama membuktikan pengakuan yang kuat dari PBB dan pemerintah nasional terhadap kapasitas koperasi untuk mendorong Agenda 2030 dan membangun dunia yang lebih adil dan sejahtera bagi semua orang.”

Tahun Koperasi Internasional 2025 bertepatan dengan peringatan 130 tahun ICA yang didirikan pada tahun 1895. Rekomendasi dalam resolusi baru PBB ini selaras dengan permintaan ICA kepada pemerintah dan mitra pembangunan sebagaimana dinyatakan dalam makalah kebijakan ICA baru-baru ini yang bertajuk “Koperasi: Mitra Utama dalam Mewujudkan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan”.

Versi akhir dari resolusi ini diharapkan akan diterbitkan pada bulan Desember dan diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 3 November. Rekaman rapat pleno Majelis Umum ke-47 dapat Anda temukan di tautan ini – https://media.un.org/en/asset/k1r/k1rj26appj  untuk menyaksikan pengesahan resolusi ini dari menit ke-25 hingga ke-35.

(Diterjemahkan oleh Suroto, CEO INKUR Federation, anggota penuh International Cooperative Aliance/ICA )

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya