Berita

Peta Iran Pakistan/Net

Dunia

Muncul Konflik Baru, Pakistan dan Iran Saling Serang

JUMAT, 19 JANUARI 2024 | 18:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah ketegangan yang semakin intensif di Timur Tengah, Pakistan dan Iran memperburuk kondisi dengan saling melancarkan serangan di wilayah perbatasan.

Iran dan Pakistan memiliki sejarah panjang memerangi kelompok militan. Kedua negara berbagi perbatasan yang tidak stabil, membentang sekitar 900 kilometer (560 mil), dengan provinsi Balochistan Pakistan di satu sisi dan provinsi Sistan dan Baluchestan Iran di sisi lain.

Konflik dimulai pada Selasa (16/1), di mana Iran mengaku melancarkan serangan ke wilayah Balochistan Pakistan untuk memberantas kelompok separatis Sunni Jaish al-Adl.


Pakistan melaporkan dua anak tak berdosa tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan tersebut.

Islamabad mengecam keras tindakan Iran yang dinilai mengancam kedaulatan, bahkan sampai menarik Duta Besarnya dari Teheran.

“Pelanggaran kedaulatan Pakistan ini benar-benar tidak dapat diterima dan dapat menimbulkan konsekuensi serius,” kata jurubicara Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Pihak Iran menegaskan bahwa serangan itu hanya menargetkan militan dan tidak ada seorangpun warga Pakistan yang menjadi sasaran.

Dua hari kemudian pada Kamis (18/1), Pakistan melakukan serangan udara balasan ke Iran yang  tampaknya menargetkan tempat persembunyian militan, menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai lainnya.

Menurut laporan Inter-Services Public Relations (ISPR), Pakistan menggunakan drone pembunuh, roket, amunisi yang berkeliaran, dan senjata jarak dekat untuk menyerang wilayah perbatasan.

Sementara itu, Angkatan Udara Pakistan (PAF) juga disebut menggunakan jet tempur JF-17 ‘Thunder’ dan J-10C ‘Vigorous Dragon’ buatan China, serta Jet tempur JF-17 Thunder milik Skuadron Multiperan ‘Minhasians’ Nomor 2.

Sama seperti Iran, Pakistan balik mengaku bahwa serangan itu dilancarkan dengan presisi dan terkoordinasi serta hanya menargetkan kelompok separatis Front Pembebasan Baloch (BLF) di provinsi Sistan-Baluchistan.

Kementerian Pakistan menegaskan bahwa pihaknya sepenuhnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Republik Islam Iran. Namun, serangan harus tetap dilakukan untuk menjamin keamanan nasional Islamabad.

“Satu-satunya tujuan dari tindakan hari ini adalah untuk mencapai keamanan dan kepentingan nasional Pakistan sendiri, yang merupakan hal terpenting dan tidak dapat dikompromikan," bunyi pernyataan tersebut.

Baik Teheran maupun Islamabad menargetkan kelompok militan yang beroperasi di wilayah yang mencakup provinsi Balochistan di barat daya Pakistan dan provinsi Sistan-Balochestan di tenggara Iran.

Militan BLF yang diserang Pakistan merupakan pemberontak dari etnis Baloch yang dibentuk sejak tahun 2000.

BLF program menentang program pemerintah Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) yang dinilai tidak adil karena mengeksploitasi sumber daya gas dan mineral yang kaya di provinsi Balochistan.

Sementara Iran menargetkan kelompok militan Sunni Baloch, Jaish al-Adl, di Pakistan. Mereka adalah organisasi militan separatis yang sebagian besar terdiri dari kelompok militan Sunni Jundullah.

Kelompok ini dibentuk pada tahun 2012 oleh mantan anggota Jundallah, yang ketuanya Abdol Malek Riki dieksekusi pada tahun 2010.

Jaish al-Adl telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Iran, Jepang, Selandia Baru dan Amerika. Anggotanya berasal dari komunitas etnis Baluch dan tinggal di kedua sisi perbatasan ini sangat menentang keterlibatan Iran dalam perang saudara di Suriah.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya