Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Houthi Jamin Keselamatan Kapal China dan Rusia di Laut Merah

JUMAT, 19 JANUARI 2024 | 17:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Khusus untuk China dan Rusia, kelompok militan Houthi Yaman bersedia menjanjikan rute perjalanan yang aman di Laut Merah.

Pejabat senior Houthi, Mohammed al-Bukhaiti, menegaskan komitmen pihaknya untuk memastikan keselamatan para awal kapal Rusia dan China dan berlayar di dekat wilayah kekuasaan mereka.

“Sedangkan negara-negara lain, termasuk Rusia dan Tiongkok, pengiriman mereka di kawasan ini tidak terancam. Kami siap memastikan keselamatan perjalanan kapal mereka di Laut Merah," kata Bukhaiti, seperti dimuat The Straits Times pada Jumat (19/1).


Bukhaiti menjelaskan bahwa target sasaran Houthi hanya kapal-kapal yang memiliki hubungan dengan Israel.

"Serangan terhadap kapal apa pun yang berhubungan dengan Israel akan terus berlanjut," tambahnya.

Houthi secara spesifik menyebut kapal-kapal terkait dengan AS dan Inggris merupakan sasaran empuk setelah kedua negara tersebut melancarkan serangan udara di Yaman pekan lalu.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya