Berita

Ilustrasi/RMOL

Politik

Pemilu Indonesia, Terbesar dan Terumit di Dunia

KAMIS, 18 JANUARI 2024 | 22:26 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 diakui sebagai tantangan bagi pemerintahan saat ini, karena digelar secara serentak, meliputi pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) dan pemilihan anggota legislatif (Pileg) DPR RI provinsi dan kabupaten/kota, serta DPD RI.

Staf Khusus Wakil Presiden RI, Gatot Prio Utomo, menilai, Pemilu di Indonesia merupakan terbesar dan terumit di dunia, bisa dilihat dari banyak dimensi, baik waktu, jumlah pemilih, dan sebaran pemilih yang luas.  

"Bayangkan, dalam waktu bersamaan memilih presiden/wakil presiden, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan anggota DPR, baik pusat, provinsi, maupun tingkat kabupaten/kota," katanya, lewat keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (18/1).


Pemilu di Indonesia juga diikuti pemilih dengan jumlah sangat besar, mencapai ratusan juta penduduk, ditambah cakupan wilayah negara kepulauan yang sangat luas, dengan demografi beragam, baik suku, budaya, tingkat pendidikan, dan kondisi ekonomi.

"Kompleksitas itu jika tidak dipahami dan ditangani secara bijak berpotensi memunculkan risiko pada kohesivitas kebangsaan," tuturnya.

Karena itu Gatot memandang kualitas Pemilu 2024 harus ditingkatkan, sehingga triliunan anggaran mampu menghasilkan kepemimpinan yang bermartabat, berlegitimasi kuat, dan inklusif di semua tingkatan.

"Agar menghasilkan pemimpin bermartabat, maka Pemilu-nya harus bermartabat. Prinsip-prinsip fairness harus jadi pegangan seluruh pemangku kepentingan," kata Alumnus Universitas Indonesia itu.

Salah satu yang harus diperhatikan bersama, karena bisa mencederai prinsip keadilan dalam Pemilu, adalah soal konflik kepentingan (conflict of interest).

Gatot tak memungkiri, saat ini banyak komponen bangsa terlibat di tim-tim pemenangan, termasuk para pejabat negara menjadi tim sukses.

"Masyarakat sulit membedakan tindakan pejabat negara, apakah dalam kapasitas sebagai pengemban amanah jabatan atau sebagai Timses Paslon, sehingga tak heran jika muncul banyak kecurigaan atau persepsi terkait netralitas," katanya.

Meski begitu Gatot yakin penyelenggara Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), mampu menjadi pihak yang netral, menjunjung tinggi etika, dan mampu melahirkan Pemilu yang bermartabat.

"Saya yakin dua badan penyelenggara Pemilu itu selalu menjunjung tinggi etika, profesionalisme dan netralitas, seperti pada Pemilu sebelum-sebelumnya," kata dia lagi.

"Hanya dengan etika, profesionalisme, dan netralitas, KPU dan Bawaslu akan menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah pada Pemilu 2024 yang terbesar dan terumit di dunia ini," pungkas Gatot.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya