Berita

Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Ahli Politik Australia Ungkap Peluang Prabowo-Gibran Makin Tak Terbendung

KAMIS, 18 JANUARI 2024 | 21:08 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Guru Besar Ilmu Politik Australian National University (ANU), Marcus Mietzner, menilai, pasangan calon (paslon) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan memenangi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Berbekal hasil survei Indikator Politik Indonesia periode 30 Desember 2023 hingga 6 Januari 2024, setidaknya hipotesis tersebut berdasarkan beberapa hal.

Pertama, ungkapnya, selisih elektabilitas Prabowo-Gibran dengan kedua pesaingnya, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, terpaut sekitar 20 persen. Angka tersebut tergolong besar, apalagi jika merujuk dengan pilpres di negara lain, termasuk yang sebelumnya terjadi di Indonesia.


Dalam riset Indikator disebutkan, elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 45,79 persen. Sementara itu, Anies-Muhaimin 25,47 persen dan Ganjar-Mahfud 22,96 persen.

"Saya rasa, itu harus dibaca dalam konteks komparatif. Kalau kita lihat pemilu-pemilu di seluruh dunia, kalau ada konstelasi angka seperti itu, rata-rata komentator akan bilang, 'Oh, ini sudah selesai'," ucapnya dalam paparannya atas hasil survei Indikator secara daring, Kamis (18/1).

Kedua, sambung Marcus, selisih tingkat dukungan antara Prabowo-Gibran dengan pesaingnya dalam skenario dua paslon meningkat menjadi 28 persen.
 
"Masih sekali dan sulit (dikalahkan)," jelasnya.

Kemudian, ungkapnya, hasil survei beberapa lembaga lain juga memiliki temuan serupa dengan riset Indikator tersebut. Ini berbeda dengan Pilpres 2014 dan 2019.

"Tidak ada seperti (Pilpres) 2014 (dan) 2019, (di mana) lembaga survei yang bilang angka-angka kami sangat berbeda. Jadi, trennya sudah jelas, selisihnya jelas, dan itu disepakati oleh hampir semua lembaga survei yang mengeluarkan hasil," jelasnya lagi.

"Jadi, kalau semua data itu dikumpulkan, sulit untuk dikatakan bahwa masih ada kemungkinan untuk orang lain (dilantik) jadi presiden selain Prabowo pada 20 Oktober tahun ini," imbuh dia.

Kendati demikian, Marcus tidak bisa memperkirakan apakah Pilpres 2024 akan berlangsung satu atau dua putaran.

"Tidak ada saat ini yang bisa memastikan atau berspekulasi apakah 1 putaran atau 2 putaran," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya