Berita

Kerusuhan Rempang, ilustrasi/Rep

Politik

Debat Cawapres Perlu Bahas Hak Rakyat atas Wilayah Kelola

KAMIS, 18 JANUARI 2024 | 20:13 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Rekognisi hak rakyat atas wilayah yang dikelola perlu disinggung dalam debat keempat untuk calon wakil presiden.

Manajer Kampanye Hutan dan Kebun Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nasional, Uli Arta Siagian, menuturkan, ada ketimpangan antara korporasi dengan masyarakat dalam pengelolaan wilayah.

"Kita tahu, dengan sangat murah hati pemerintah memberikan izin industri ekstraktif kepada korporasi, yang kemudian memunculkan ketimpangan kepemilikan agraria sangat ekstrem sekali," kata Uli, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (18/1).


Menurut Uli, 60 persen lahan di Indonesia sudah dikavling dan sudah diserahkan kepada korporasi, sedangkan rakyat hanya mendapat 10 persen dari pengalokasian lahan.

"Sementara program reforma agraria maupun pertahanan sosial mandek. Nggak sampai 50 persen capaiannya di 10 tahun pemerintahan Jokowi," jelasnya.

Karena itu Uli berharap agar dalam debat Cawapres nanti isu soal rekognisi hak rakyat untuk penggarapan lahan disinggung tiga kandidat Cawapres.

"Rekognisi hak rakyat atas wilayah penting dibahas dalam perdebatan. Kita mau lihat, apa yang akan dilakukan ketiga calon menjawab persoalan ketimpangan kepemilikan agraria nanti," tutupnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

Gus Yaqut dan Jokowi, Siapa yang Benar?

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:09

Ketika Eropa Abad ke-18 Begitu Jorok, Terbelakang, dan Menjijikkan

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:05

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

Mantan Ketua LMND Muhammad Asrul Gabung PSI

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:12

Kentungan Oranye Anies

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:01

Pemain Saham Gorengan Bakal Disikat

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:27

MUI: Board of Peace Neokolonialisme Gaya Baru

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:17

Jokowi Hadiri Rakernas PSI, tapi Tak Sanggup ke Pengadilan, Warganet: Penyakit Kok Pilih-pilih

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:01

Prabowo Pede Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Modal

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:15

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai Inti SPPG Jadi PPPK Picu Kecemburuan

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:06

Selengkapnya