Berita

Ponsel cerdas S24, S24+, dan S24 Ultra baru dari Samsung dirancang untuk memanfaatkan kecerdasan buatan yang didukung Google/Net

Tekno

Dilengkapi Berbagai Fitur AI, Samsung Pede Galaxy S24 Bisa Ungguli iPhone

KAMIS, 18 JANUARI 2024 | 08:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Samsung Electronics akhirnya resmi meluncurkan ponsel pintar seri Galaxy S24 andalannya. Mengusung fitur kecerdasan buatan, perusahaan Korea Selatan itu yakin bahwa teknologi tersebut dapat memberikan keunggulan dibandingkan iPhone milik Apple.

Pada konferensi Unpacked yang berlangsung Rabu (17/1) di San Jose, California, Samsung meluncurkan ponsel Galaxy S24, S24+ dan S24 Ultra, yang semuanya menambahkan alat AI berdasarkan teknologi Gemini dari Google.

Dengan fitur tersebut, perangkat dapat menerjemahkan panggilan telepon secara langsung, menyalin rekaman suara, meringkas artikel web, memperbaiki tulisan tangan, dan menggunakan AI generatif untuk mengisi bagian-bagian foto.


Peluncuran ini merupakan salah satu upaya paling ambisius Samsung untuk memasukkan AI ke dalam antarmuka dan fitur ponsel pintar.  

Perangkat baru ini juga memberi Google peluang untuk menghadirkan perangkat lunak tercanggihnya ke lebih banyak pengguna, sebuah keunggulan potensial dalam pertarungannya memperebutkan dominasi AI dengan Microsoft dan startup OpenAI.

Selain mengusung AI sebagai senjata, perangkat terbaru Samsung juga dibekali bezel yang lebih ramping dan layar yang lebih cerah.

Samsung bahkan memberikan perhatian khusus pada model kelas atasnya, S24 Ultra. Produk tersebut, yang dibanderol dengan harga mulai dari 1.299 dolar (sekitar 20,3 juta rupiah), akan memiliki bingkai titanium baru, yang sama dengan model iPhone 15 Pro yang dirilis pada bulan September.

Batas di sekeliling layar 42 persen lebih tipis, dan layar 40 persen lebih terang dibandingkan ponsel pendahulunya. Model termahal ini juga memiliki tepi yang lebih rata dan potongan kamera depan yang 11 persen lebih kecil.

Sementara S24 yang dibanderol 799 dolar AS (sekitar 12,4 juta rupiah) dan S24+ seharga 999 dolar AS (15,6 juta rupiah) dibalut bahan aluminium dan memiliki layar yang sedikit lebih besar dari pendahulunya, masing-masing beralih dari panel 6,1 inci dan 6,6 inci ke layar 6,2 inci dan 6,7 inci.  S24 Ultra, seperti S23 Ultra, memiliki layar 6,8 inci.

Qualcomm menyediakan chip utama ponsel Samsung baru setidaknya di beberapa wilayah.  Jajaran S24 akan didasarkan pada prosesor aplikasi Snapdragon 8 Gen 3, kata perusahaan itu dalam pernyataan terpisah.  

"Komponen tersebut menawarkan kemampuan Wi-Fi terbaru dan akan menangani fitur-fitur yang dibantu AI seperti terjemahan dan transkripsi langsung," kata Qualcomm, seperti dimuat Bloomberg, Kamis (18/1).

Model-model baru ini hadir pada saat yang penting bagi Samsung, yang sedang menghadapi kehilangan pangsa pasar dan kemerosotan ponsel pintar secara lebih luas.  

Tahun lalu, Samsung kehilangan mahkotanya sebagai pemasok ponsel pintar nomor satu bagi Apple, menandai pertama kalinya Samsung tidak memimpin pasar sejak tahun 2010.

Pengiriman ponsel Samsung turun hampir 14 persen menjadi 226,6 juta unit pada tahun 2023, menurut firma riset IDC. Apple, sebaliknya, melihat pengiriman unit meningkat 3,7 persen menjadi 234,6 juta.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya