Berita

Calon presiden-wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, dalam adu gagasan Paku Integritas yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (17/1)/RMOL

Politik

Ganjar: Independensi KPK Penting dan Tak Bisa Diintervensi Siapapun

RABU, 17 JANUARI 2024 | 23:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat penting guna memperkuat struktur kelembagaan.

Begitu disampaikan calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, saat hadir dalam acara Paku Integritas yang digelar KPK, di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Rabu malam (17/1), mengutip perkataan Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, soal independensi di lembaga antirasuah tersebut.

Menurutnya, prinsip itu penting untuk diimplementasikan oleh seluruh aparat, sehingga KPK bisa menjadi lembaga yang tidak mudah diintervensi.


"Ketika KPK independen, maka menjaga independensi dan integritas oleh aparatur di KPK itu penting, tidak bisa diintervensi oleh siapapun," tegas Ganjar.

Selain itu, Ganjar menilai, upaya penguatan Independensi KPK juga bisa melibatkan aparat penegak hukum lain seperti kejaksaan dan kepolisian.

"Kejaksaan, kepolisian, juga bisa mendorong transparansi proses untuk masyarakat dan penegakan hukum yang bebas dari intimidasi," tambahnya.

Ganjar hadir di acara Paku Integritas bersama dengan calon wakil presiden Mahfud MD menggunakan jaket bomber berwarna hijau.

Acara yang bertajuk "Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Berintegritas (Paku Integritas)" berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pukul 19.00-21.30 WIB.

Dalam acara tersebut, tiga pasangan capres dan cawapres menyampaikan pandangan dan komitmen mereka dalam mendukung pemberantasan korupsi. 

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya