Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Keputusan Tesla Pindah ke India Jadi Win Win Solution

RABU, 17 JANUARI 2024 | 15:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kerjasama Tesla dengan pemerintah India akan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Forum Kemitraan Strategis AS-India (USISPF), Mukesh Aghi dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat ANI News pada Rabu (17/1).

Menurut Aghi, Tesla untung karena memperoleh pasar India yang penduduknya mencapai 1,4 miliar orang. Sementara New Delhi juga jadi memiliki kemampuan untuk mendorong industri teknik dalam negerinya.


"Jadi ini adalah win-win solution bagi semua orang. Saya pikir baik pembuat mobil Tesla dan juga pemerintah India harus menyusun kebijakan mereka sambil memastikan bahwa produsen mobil dalam negeri tidak terkena dampaknya," ujarnya.

Aghi juga menyoroti keputusan Apple mengalihkan produksinya ke India. Dia menilai perusahaan AS saat ini berusaha melindungi rantai pasok dari China dan memilih India sebagai opsi menguntungkan.

"Menurut saya, perlahan, bertahap, perusahaan memindahkan produksi mereka ke India. Ini bukan hanya soal rantai pasokan, tapi juga memanfaatkan pasar India yang sedang berkembang," kata Aghi.

Juni tahun lalu, Perdana Menteri Narendra Modi bertemu dengan CEO Tesla Elon Musk dan mengundangnya untuk menjajaki peluangĀ  investasi dalam mobilitas listrik dan sektor ruang angkasa komersial di India.

Musk menyambut gembira ajakan Modi, ia mengatakan bahwa India memiliki lebih banyak potensi dibandingkan negara besar mana pun di dunia.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya