Berita

Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay/RMOL

Politik

Isu Pemakzulan Presiden, PAN: Mengada-ngada, Hanya Cari Sensasi

SENIN, 15 JANUARI 2024 | 14:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Desakan pemakzulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay hanya sebatas mencari sensasi semata jelang pemilu.

“Sangat mengada-ngada. Tidak ada konteksnya sama sekali. Mungkin hanya mencari sensasi di tengah dinamika politik menjelang pilpres dan pileg,” tegas Saleh Daulay kepada wartawan, Senin (15/1).

Saleh mengatakan desakan permintaan pemakzulan presiden itu dinilainya sangat politis lantaran muncul ketika mesin politik sedang memanas.


“Isu pemakzulan itu memiliki muatan politik yang sangat tinggi. Sudah selayaknya diabaikan dan tidak ditanggapi,” katanya.

Pihaknya berharap munculnya desakan pemakzulan presiden tidak menjadi preseden buruk bagi demokrasi di Indonesia.

"Jangan sampai ini menjadi preseden buruk dalam perjalanan demokrasi dan tata negara kita. Jangan hanya karena perbedaan pilihan politik, lalu mengusulkan dan menggagas pemakzulan,” jelasnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki aturan dan ketentuan yang harus dipatuhi semua pihak dan tidak memperburuk situasi politik di Indonesia jelang pemilu.

"Janganlah memperkeruh situasi yang ada. Jaga suasana kebatinan semua pihak. Jangan membawa isu yang berpotensi memecah belah persatuan,” tegasnya lagi.

“Bagaimanapun dinamika politiknya, persatuan harus diutamakan. Ini yang harus jadi pegangan semua pihak,” tutup dia.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya