Berita

Presiden Joko Widodo/Ist

Publika

Posisi Presiden Jokowi di Pilpres

OLEH: ADIAN RADIATUS
SENIN, 15 JANUARI 2024 | 11:08 WIB

PERHATIAN masyarakat dalam beberapa pekan ajang gelaran demokrasi kontestasi Pemilu dan Pilpres 2024 ini tampaknya semakin meluas dan menajam. Baik penyajian beragam informasi dari masing-masing peserta maupun para pendukung yang berseliweran di media sosial atau utama lainnya.

Namun di tengah berbagai kegiatan demokrasi tersebut, berbagai situasi pemerintahan Presiden Joko Widodo tetap menjadi perhatian. Bahkan sorotan berbagai kalangan, terutama sejak tabir perseteruan 'terpendam' antara Jokowi dan elite PDIP semakin jelas sudah arahnya.

Petugas partai itu seakan memberi 'reaksi tanpa kata-kata' namun menohok untuk dirasakan. Apalagi ketika sang putra Gibran Rakabuming Raka resmi menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto.


Dan kini rilis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait mengalirnya 36 persen sekian dana proyek nasional APBN ke berbagai pejabat negara sangatlah menyakitkan hati rakyat. Mereka merasakan betapa beratnya kehidupan antara hak dan kewajiban yang mestinya seimbang dirasakan mereka.

Namun justru ketimpangan di berbagai nadi kehidupan baik hukum, politik, ekonomi dan sosial cukup menyayat rasa luka atas keadilan di sana. Banyak kasus yang terkadang demikian vulgar dalam dimensi koruptif tetapi penanganannya berujung masuk file "case closed" atau tidak cukup bukti meski faktanya lebih dari cukup bahkan meluber.

Kepedihan dan kepiluan terhadap perilaku sebuah rezim yang dipercaya rakyat, sehingga kepercayaan itu menjadi terasa dikhianati dapat dipastikan membuat simpatik berubah antipati. Bahkan jalan perubahan dengan permintaan secara konstitusional untuk pemakzulan pun semakin terdengar nyaring.

Terkait bilamana perkembangan demikian semakin masif, maka rakyat perlu memahami bahwa proses demokrasi Pemilu dan Pilpres 2024 terutama dapatlah tetap berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu adalah dua hal yang berbeda.

Peluang pemakzulan memang masih terlalu dini, namun carut marut kepemimpinan yang semakin hilang keteladanan moralitasnya membuat rakyat tidak lagi peduli. Meskipun tentu saja keterbelahan ekses kontestasi pilpres ini membuat tak serta merta dapat bersinergi bersamaan.

Intinya secara faktor kemungkinan perubahan perpolitikan adalah kontestasi demokrasi pemilu dan pilpres tetap berlangsung sesuai agenda nasional dan perkembangan pasca perhelatan itu dapat menjadi barometer politik selanjutnya.

Tentu saja tanpa adanya dasar alasan kuat secara hukum konstitusi maka Presiden Jokowi diwajibkan menjalankan tugasnya hingga selesai pada waktunya, dikecualikan situasi kegentingan akibat krisis konstitusi itu sendiri.

Penulis adalah pemerhati sosial politik

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya