Berita

Capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD/Ist

Politik

Ingin Menang Pilpres, Ganjar Harus Bisa Tarik Suara Kontra Jokowi

KAMIS, 11 JANUARI 2024 | 10:45 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Capres nomor urut 2 Ganjar Pranowo diminta fokus menarik suara pemilih yang kontra Presiden Joko Widodo jika ingin menang dalam Pilpres 2024.

Hal ini menyusul retaknya hubungan Jokowi dengan PDIP, setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak hadir dalam perayaan HUT ke-51 PDIP pada Rabu kemarin (10/1) di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago mengatakan, jika Ganjar memaksimalkan narasi untuk menarik elektoral yang tidak puas dengan pemerintahan Jokowi. Maka, kue isu harus dibagi dua dengan Anies Baswedan.


"Itu pun jika formasinya dibagi dua, beda cerita jika ini menjadi ranah pertarungan “positioning”, Anies perubahan dan Prabowo keberlanjutan," kata Arifiki kepada wartawan, Kamis (11/1).

Di sisi lain, Arifiki menambahkan, tidak harmonisnya hubungan PDIP dengan Jokowi bakal merugikan Ganjar. PDIP mungkin saja masih berada dalam nominasi tiga besar di Pileg 2024. Tetapi, bagi Ganjar di pilpres butuh upaya lebih keras agar lebih banyak dari PDIP.

“Tantangan untuk Ganjar suaranya di pilpres harus lebih banyak dari suara PDIP. Jika, suara Ganjar sama dengan suara PDIP. Artinya, PDIP dan Ganjar salah strategi karena telah menjauh dari Jokowi," kata Arifki.

Arifki menilai ini mungkin momentum bagi PDIP untuk memperlihatkan bahwa kemenangan di berbagai pemilu tidak terpengaruh dengan elite dan presiden.

Secara kelembagaan, Pemilu 2024 bakal menjadi perbandingan hasil pileg PDIP dengan Pileg 2014 dan 2019, saat bersama dan berjauhan dengan Jokowi.

“PDIP ingin melepaskan ketergantungannya dengan Jokowi dan ingin memperlihatkan ke publik bahwa tanpa Jokowi suara partai tetap melimpah," tutup Arifki.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya