Berita

Pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka/Istimewa

Politik

Elektabilitas Prabowo-Gibran Tembus 50,3 Persen, Peluang Menang Satu Putaran Makin Besar

RABU, 10 JANUARI 2024 | 16:36 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sekitar 5 pekan menjelang pemilihan, elektabilitas pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan hasil survei terbaru Jakarta Research Center (JRC), elektabilitas Prabowo-Gibran sudah tembus 50,3 persen.
 
Menurut Direktur Komunikasi Jakarta Research Center (JRC), Alfian P, adanya pergerakan suara yang menjauh dari kalangan nasionalis telah mendorong peningkatan elektabilitas Prabowo-Gibran.

"Sebagian besar pemilih dari segmen nasionalis cenderung memilih pasangan Prabowo-Gibran, terbukti dari tingginya elektabilitas yang mencapai 50,3 persen, jauh di atas Ganjar-Mahfud," ucap Alfian dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (10/1).


Dalam survei JRC tersebut, pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD memperoleh 18,4 persen. Sementara pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendapatkan 23,6 persen.

Menurut Alfian, Prabowo-Gibran yang didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM), menjadi alasan mengapa lebih banyak pemilih nasionalis moderat yang mendukung keputusan mereka. Parpol anggota KIM seperti Partai Demokrat, PSI, Partai Golkar, PAN, dan Partai Gerindra, mewakili sektor pemungutan suara nasionalis Islam dan perkotaan.

Sementara Anies dan Cak Imin merupakan tim calon yang mendapat dukungan dari Islam modernis, yang juga didukung oleh kalangan tradisional dan nasionalis lainnya.

Ditambahkan Alfian, pemilih nasionalis moderat menilai kemenangan Prabowo-Gibran akan menghindari polarisasi seperti yang terjadi di sejumlah pemilu sebelumnya.

"Trauma yang cukup mendalam terhadap politik identitas, terutama pada momentum Pilkada DKI Jakarta 2017 silam, membuat segmen pemilih nasionalis berbondong-bondong mendukung Prabowo-Gibran yang peluangnya lebih besar untuk menang pada Pilpres 2024," jelasnya.

Mereka, lanjut Alfian, terbujuk untuk mengambil keputusan ini karena dukungan Presiden Jokowi dan diperkenalkannya Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping Prabowo. Alhasil, basis dukungan terhadap Prabowo-Gibran pun kian berkembang hingga keduanya menjadi pesaing serius untuk memenangkan Pilpres 2024 dalam satu putaran.

"Tingginya elektabilitas Prabowo-Gibran memberikan coattail effect (efek ekor jas) bagi Gerindra, sehingga berpeluang menggeser PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu 2024," ujar Alfian.

Wawancara dengan metode tatap muka dalam survei JRC ini dilaksanakan pada 26-31 Desember 2023 dengan melibatkan 1.200 responden dari setiap provinsi di Indonesia. Pengambilan sampel acak bertingkat (multistage random sampling) digunakan dalam survei ini, dan memiliki tingkat kepercayaan 95% dan perkiraan margin kesalahan sebesar 2,9 persen.

Terkait kenaikan elektabilitas Prabowo-Gibran yang mencapai 50,3 persen, menurut survei JRC, menggambarkan dinamika politik yang sangat mendukung pasangan ini. Dengan dukungan yang kuat dari berbagai segmen pemilih, termasuk nasionalis moderat dan basis tradisional serta perkotaan, Prabowo-Gibran saat ini berada di garis depan dalam persaingan Pilpres 2024.

Elektabilitas yang tinggi ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan dan harapan masyarakat terhadap kepemimpinan mereka, tetapi juga potensi untuk menciptakan perubahan politik yang signifikan di Indonesia.

Keunggulan elektabilitas ini, ucap Alfian, dipadukan dengan rencana dan visi yang jelas dari Prabowo-Gibran, menjanjikan masa depan politik Indonesia yang lebih stabil dan progresif.

Ini menjadi momentum bagi Prabowo-Gibran untuk terus memperkuat kampanye dan mengkonsolidasikan dukungan, mengarah pada kemenangan satu putaran pada Pilpres 2024.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya