Berita

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA), Ariati Dina Puspitasari/RMOL

Politik

PPNA: AMM Organisasi Besar, Pernyataan Satu Orang Tidak Mewakili Keseluruhan

SENIN, 08 JANUARI 2024 | 12:18 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pernyataan Dewan Pengarah Nasional Bergerak 1912, Dzulfikar Ahmad Tawalla, terhadap Capres Nomor Urut 1, Anies Baswedan, tidak mewakili Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) secara keseluruhan.

Begitu dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA), Ariati Dina Puspitasari, terhadap pernyataan Dzulfikar. PPNA merupakan organisasi di bawah AMM.

"Kritik itu tidak mewakili keseluruhan organisasi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM)," ujar Ariati Dina kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (8/1).


Baca: Kritik Sikap Politik Anies, Angkatan Muda Muhammadiyah: Kerap Dekati Tokoh untuk Kepentingan Pribadi

Ariati menekankan bahwa AMM adalah organisasi yang besar dan inklusif. Setiap anggota organisasi AMM tentu memiliki pendapat dan pandangan yang berbeda-beda.

"Oleh karena itu, tidak tepat jika satu pernyataan dari seorang ketua umum Ortom mewakili keseluruhan organisasi AMM," tegasnya.

Dia juga mengatakan bahwa AMM tidak pernah menutup diri terhadap siapapun, termasuk ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden sesuai dengan komitmen, kapasitas dan integritasnya untuk memimpin bangsa.

Dalam pernyataannya, Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan, Anies Baswedan adalah sosok yang ambisius. Selalu berusaha mendekati penguasa dan tokoh-tokoh yang memiliki kuasa untuk kepentingan politik sendiri.

Dia menuturkan, Anies pernah mendekati Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengikuti konvensi Partai Demokrat pada 2013. Namun, akhirnya gagal.

Kemudian, lanjut Dzulfikar, Anies mendekati Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendapatkan kursi menteri. Akhirnya, Anies menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2014, meski akhirnya diberhentikan Jokowi pada 2016.

Tak berhenti di situ, Anies kemudian mendekati Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Pada 2017, Anies diusung Prabowo untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dan akhirnya bertarung dengan Prabowo pada Pilpres 2024.

Karena itu Dzulfikar mengimbau masyarakat, khususnya AMM, tidak mendukung Capres yang tidak memiliki integritas dan inkonsistensi dalam berpolitik.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya