Berita

Nonton bareng debat capres di markas TPD Ganjar-Mahfud DKI Jakarta, Jalan Hang Lekir VII, Jakarta Selatan, Minggu (7/1)/Ist

Politik

Tampil All Out, TKD DKI: Setelah Debat Banyak Masyarakat Beralih Pilih Ganjar

SENIN, 08 JANUARI 2024 | 05:26 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar Pranowo-Mahfud MD di DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, lewat debat capres ketiga yang digelar di Istora Senayan, masyarakat bisa melihat para capres menyampaikan gagasannya. Sekaligus bisa menilai mana capres yang tepat untuk memimpin Indonesia.

"Teman-teman hari ini kita bisa melihat siapa yang bisa memimpin bangsa ini," kata Prasetio usai nonton bareng debat capres di markas TPD Ganjar-Mahfud DKI Jakarta, Jalan Hang Lekir VII, Jakarta Selatan, Minggu (7/1).

Menurut Prasetio, Ganjar tampil sangat baik dalam debat ketiga ini. Capres nomor urut tiga tersebut mampu menggambarkan kondisi sektor pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik sekarang ini. Selain itu, Ganjar juga mampu menjelaskan apa yang akan dilakukan bila terpilih nanti.


"Karena mas Ganjar mampu mengidentifikasi masalah sehingga paham apa yang harus dilakukan," kata politikus PDIP ini.

Selain soal materi, kata Prasetio Ganjar juga mampu mengelola emosi saat debat. Ganjar tidak memancing emosi capres lain dan juga tidak terpancing oleh pertanyaan yang provokatif dari capres lain.

"Mas Ganjar tampil all out, dan saya yakin setelah debat banyak masyarakat yang akan beralih memilih Ganjar," kata Prasetio.

Selain itu menjelang pemungutan suara yang tinggal satu bulanan lagi, Prasetio meminta para pendukungnya untuk mengkonsolidasikan kekuatan. Ia meminta pendukungnya untuk tidak takut intimidasi.

"Jaga di wilayah masing masing.  Kalau ada yang mau jadi saksi jangan begadang malam sebelumnya. Kita tidak punya apa apa kali ini. Kita hanya punya semangat," pungkas Prasetio.

Acara nobar tersebut turut dihadiri oleh sejumlah politikus yang juga menjadi caleg di DKI Jakarta, di antaranya Sereida Tambunan, Ahmad Wibi Wibawanto, Adi Yoga, Inez Yuanna, dan Pratama Meiditania.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya