Berita

Halaqah Kebangsaan, Jaringan Ahlussunnah Wal Jamaah Indonesia di Pondok Pesantren Daarul Ilmi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat/Ist

Politik

Prioritas Penegakan Hukum, Jaringan Ulama Ahlussunnah Cirebon Dukung Ganjar-Mahfud

MINGGU, 07 JANUARI 2024 | 18:26 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di negara Indonesia, harus menjadi komitmen yang dimiliki pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk memimpin pemerintahan.

Pesan itu menjadi gagasan yang dibahas ulama dan kiai se-Cirebon dalam "Halaqah Kebangsaan, Jaringan Ahlussunnah Wal Jamaah Indonesia" di Pondok Pesantren Daarul Ilmi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Pengasuh Pondok Pesantren Benda Kerep Kota Cirebon, KH. Muhammad Miftah Faqih mengatakan, penegakan hukum terutama soal korupsi sudah menjadi masalah akut di Indonesia.


"Karena Indonesia itu yang paling besar penyakitnya adalah korupsi. Kalau korupsi itu hilang, insya Allah Indonesia akan cepat maju," kata Kiai Miftah, dalam keterangan tertulis, Minggu (7/1).

Untuk menjawab dua aspek penting itu, kata Kiai Miftah, peserta halaqah sepakat mendukung pasangan calon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Menurutnya, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD adalah pemimpin yang berkomitmen untuk memberantas korupsi dan akan memberikan dampak positif dalam percepatan pembangunan dan menjadikan Indonesia lebih kompetitif di dunia internasional.

Kiai Miftah, juga menyampaikan bahwa penegakan hukum dan pemberantasan korupsi bukan hanya sekadar agenda politik, melainkan fondasi utama untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dan adil.

"Dengan naiknya beliau mudah-mudahan bisa merawat dan memperbaiki NKRI, itu yang saya harapkan," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya