Berita

Diskusi bertajuk "Kecurangan dan Kekerasan dalam Pemilu 2024: Nasibnya Bagaimana?" di Waroeng Sadjoe, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (5/1)/Ist

Politik

Bagaimana Politik Bisa Bebas, Sementara Dihantui Ancaman Kekerasan

JUMAT, 05 JANUARI 2024 | 21:52 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemilu 2024 sulit terwujud berjalan dengan bebas, sementara masih ada ancaman pada masyarakat untuk mengekspresikan pilihan politiknya.

Begitu dikatakan Dosen Ilmu Hukum Pemilu Universitas Indonesia (UI), Titi Anggraini dalam diskusi bertajuk "Kecurangan dan Kekerasan dalam Pemilu 2024: Nasibnya Bagaimana?" di Waroeng Sadjoe, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (5/1).

Belakangan, jalannya masa kampanye menyita perhatian. Mulai dari penembakan misterius pada pendukung Prabowo-Gibran di Madura, Jawa Timur, hingga insiden TNI dan relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali, Jawa Tengah.


"Bagaimana politik bisa secara bebas, sementara orang dihantui dengan kekerasan, baik verbal, psikis, mental, atau kekerasan dalam konteks relasi kuasa," ujar Titi Anggraini.

Ketika ada ancaman kekerasan, kata Titi, cita-cita untuk mendapatkan kualitas demokrasi yang berkualitas dan bersih, menjadi susah terwujud.

"Karena ancaman kemudian menyebabkan orang takut untuk mengekspresikan kebebasan politiknya," tuturnya.

Selagi ada waktu menuju hari pencoblosan pemilu, lanjutnya, harus ada evaluasi termasuk mekanisme penegakan hukum dalam menjamin kebebasan ekspresi politik masyarakat.

"Harus ada mekanisme pengawasan dan penegakan hukum dalam pemilu sebagai bagian dari electoral justice, memastikan hak memilih maupun dipilih," pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya