Berita

Pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, mendapat dukungan dari para pengusaha mebel Indonesia/Istimewa

Politik

Pengusaha Mebel Dukung Prabowo-Gibran Karena Yakin Lebih Visioner

KAMIS, 04 JANUARI 2024 | 17:38 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pengusaha Mebel Indonesia yang tergabung dalam Sedulur Kayu Mebel (Sekabel) telah resmi menyatakan dukungan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Dukungan para pengusaha mebel ini datang dengan diiringi harapan besar untuk masa depan industri mebel dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ketua Umum Sekabel Indonesia, Setyo Wisnu Broto menyampaikan, dukungan politik ini didasarkan pada pentingnya pemimpin dengan pemahaman bisnis yang kuat. Menurutnya, seorang presiden dengan latar belakang bisnis akan lebih cakap dalam bertahan, cepat dalam pengambilan keputusan, dan lebih visioner.


"Presiden dengan background bisnis akan lebih bisa survive, cepat mengambil keputusan. Itu yang kami butuhkan. Prabowo itu pengusaha besar, kami yakin akan lebih visioner," ucap Setyo dalam keterangannya, Kamis (4/1).

Hal ini penting, lanjut Setyo, terutama dalam menangkap peluang bonus demografi yang akan terjadi pada 2030. Pun untuk menghindari perangkap pendapatan menengah yang bisa menghambat kemajuan Indonesia.

Sekabel, yang sebelumnya memilih untuk bersikap netral dalam Pemilu 2024, mengubah sikap mereka setelah melakukan pertimbangan mendalam. Mereka percaya bahwa pasangan Prabowo-Gibran memiliki kesamaan visi untuk melanjutkan program pembangunan yang telah dimulai oleh Presiden Joko Widodo, khususnya dalam hal infrastruktur dan pembangunan peradaban.

Pertemuan yang diadakan antara pengusaha mebel dan Presiden Jokowi di Istana Negara beberapa waktu lalu, yang membahas masalah ekonomi dan industri mebel, juga menjadi faktor penting dalam keputusan ini.

"Yang luar biasa waktu kami diundang ke Istana cari solusi untuk mencari terobosan di industri mebel, kayu. Beliau mencetuskan dibentuknya kawasan ekonomi khusus industri kayu. Ini bagus karena selama ini kami tercerai berai, seperti izin usaha masing-masing harus ngurusi," paparnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi mengusulkan pembentukan kawasan ekonomi khusus industri kayu, yang direspons positif oleh Sekabel. Kawasan dengan luas lahan 2 ribu hektare ini diharapkan dapat memperkuat industri mebel dan kayu, serta menyatukan izin usaha yang sebelumnya tercerai-berai.

Dukungan usaha mebel ini mencerminkan harapan besar dari para pengusaha mebel terhadap masa depan industri mereka dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Mereka percaya bahwa dengan pemimpin yang memiliki pemahaman bisnis dan visi yang kuat, dapat membawa perubahan signifikan, terutama dalam industri mebel dan kayu yang merupakan salah satu sektor penting dalam ekonomi Indonesia.

Lanjut Setyo, Sekabel tidak hanya ingin berkontribusi pada perkembangan industri mereka sendiri tetapi juga pada kemajuan Indonesia. Mereka berharap dengan kepemimpinan yang tepat, Indonesia dapat mencapai potensinya sebagai "Indonesia Emas" pada 2045, sebuah negara dengan perekonomian yang kuat dan masyarakat yang makmur.

Secara keseluruhan, dukungan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara dunia usaha dan politik. Dengan saling mendukung dan memahami kebutuhan masing-masing, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan dan inovasi, membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan sukses.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya