Berita

Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan/RMOL

Politik

Guru Besar Unpad: Capres Harus Ubah Mindset Strategi Pertahanan Negara

KAMIS, 04 JANUARI 2024 | 16:05 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Guru Besar Bidang Keamanan Global Universitas Padjadjaran (Unpad) R. Widya Setiabudi Sumadinata berharap calon presiden (capres) membuat kebijakan strategis dalam rangka meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam hubungan Internasional.

Untuk itulah Widya meminta capres agar mampu mendorong Indonesia menjadi pemenang dalam persaingan diplomasi di forum-forum global. Sebab selama ini Indonesia kerap didikte oleh kepentingan negara-negara besar, sehingga merugikan kepentingan nasional.

"Bagaimana capres dapat membuat kebijakan dan strategi yang membuat postur pertahanan negara RI punya efek detterence yang kuat. Ini penting untuk menangkal tekanan negara-negara lain, dan mendukung diplomasi RI di forum global," kata Widya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/1).


Kemudian, lanjut Widya, capres harus mengubah pola pikir tentang strategi pertahanan negara.

"Hal ini agar lebih berorientasi kepada nature kita sebagai negara kepulauan serta menguatkan peran teknologi terkini. Ini juga tentang bagaimana menguatkan kekuatan dan kemandirian industri pertahanan nasional,” kata Widya.

Widya juga berharap pertahanan negara tidak minimalis, namun harus disesuaikan dengan tantangan yang dihadapi.

"Pertahanan berbasis karakteristik RI sebagai negara kepulauan, harus mentransformasi dari heavy pertahanan darat ke pertahanan yang melibatkan tiga matra (bahkan empat matra) tapi berdasarkan nature RI sebagai negara kepulauan," kata Widya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan menggelar debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1), dengan mengangkat tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya