Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Ilmuwan China Kembangkan Sel Bahan Bakar Hidrogen Berkinerja Tinggi

KAMIS, 04 JANUARI 2024 | 15:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sel bahan bakar membran penukar proton atau proton-exchange membrane fuel cells, diyakini sebagai jenis sel bahan bakar yang paling menjanjikan untuk bertindak sebagai pengganti sumber tenaga kendaraan.

Di China, para ilmuwan China berhasil mengembangkan sel tersebut namun dengan kepadatan daya volumetrik yang sangat tinggi, lebih dari 80 persen dibandingkan kinerja sel-sel arus utama.

Dipimpin oleh Jiao Kui, seorang profesor di Fakultas Teknik Mesin Universitas Tianjin, tim tersebut mendesain ulang arsitektur sel bahan bakar membran penukar proton, menggabungkan komponen-komponen baru dan mengoptimalkan rute perpindahan panas gas-air-listrik.


CGTN melaporkan Selasa (2/1), tim ini menciptakan sel bahan bakar dengan kepadatan daya yang sangat tipis dan sangat tinggi. Mereka menghilangkan lapisan difusi gas tradisional dan saluran aliran dengan menggunakan film serat nano karbon ultra-tipis yang diproduksi dengan teknologi electrospinning dan busa logam.

Kemajuan ini berkontribusi terhadap pengurangan 90 persen ketebalan rakitan elektroda membran dan pengurangan 80 persen kerugian perpindahan massa yang disebabkan oleh difusi reaktan, hampir dua kali lipat kepadatan daya volumetrik sel bahan bakar.

Tim peneliti memperkirakan kepadatan daya volumetrik puncak tumpukan sel bahan bakar yang menggunakan struktur baru akan mencapai 9,8 kilowatt per liter.

Terobosan yang dipublikasikan di jurnal penelitian energi otoritatif internasional Joule pada 28 Desember 2023 ini tidak hanya memberikan panduan penting untuk memajukan teknologi sel bahan bakar membran penukar proton, namun juga menunjukkan lompatan maju yang menjanjikan di bidang energi ramah lingkungan.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya